Kasus Surya Ningsih ini murni kecelakaan, tidak seperti informasi yang berkembang selama ini bahwa korban diduga mengalami penganiayaan dan dibuang di jalanSumbawa Besar, (Antara)- Kasus Surya Ningsih (19), gadis bersimbah darah yang ditemukan warga tergeletak di atas permukaan jalan dan diduga dibuang kekasihnya, kini berakhir damai setelah keluarga masing-masing bertemu di Mapolres Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
"Kasus Surya Ningsih ini murni kecelakaan, tidak seperti informasi yang berkembang selama ini bahwa korban diduga mengalami penganiayaan dan dibuang di jalan. Pertemuan ini untuk bertujuan membuat persoalan jadi `clear` agar tidak membias," kata Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman di Sumbawa Besar, Sabtu.
Menurut Kapolres Sumbawa, pertemuan dua keluarga pada Jumat (24/1) melibatkan kedua orang tua masing-masing pihak untuk memastikan secara jelas kasus yang menimpa korban Surya Ningsih dan kekasihnya, Yudha.
Tampak dalam pertemuan itu, Yudha dalam kondisi sakit, karena tangan kanannya terluka parah dan tidak dapat digerakkan.
Setelah mendapat penjelasan bahwa kasus itu murni kecelakaan, kedua keluarga pun sepakat berdamai yang disaksikan langsung Kapolres Sumbawa dan Kasatlantas AKP Wisnu Dian Ristanto.
Terkait dengan kesepakatan damai kedua belah pihak, Kapolres Sumbawa meminta agar masing-masing dapat memaatuhi dan tidak mengingkari, sekaligus berharap silaturrahim terus terjalin.
Menurut Karsiman, pertemuan dua keluarga sebagai upaya klarifikasi atas isu yang berkembang di masyarakat yang dinilai cukup provokatif. Padahal isu tersebut tidak benar dan justru membias, hingga mengaburkan persoalan yang sebenarnya.
Kapolres Sumbawa ini mengimbau masyarakat supaya tidak mudah terprovokasi atau memprovokasi yang menimbulkan kegaduhan dan kekacauan yang menyebabkan daerah tidak kondusif.
"Keamanan adalah tanggung jawab bersama dan kondusifitas daerah adalah tujuan kita bersama," katanya.
Sementara itu, kakak kandung korban, Hendra, ditemui di Mapolres Sumbawa, dalam kesempatan itu menyambut positif pertemuan itu sehingga permasalahan menjadi jelas.
Hendra mengaku, dirinya tak menyangka informasi terkait musibah yang dialami Surya Ningsih menjadi membias dan sangat bertentangan dengan fakta di lapangan.
Dengan adanya penjelasan dari pihak kepolisian dan keterangan, Yudha, teman dekat Ningsih, Hendra dapat menerima dengan tangan terbuka kalau kasus itu murni kecelakaan lalu lintas.
"Kami menyatakan masalah ini sudah selesai, dan kami berharap tidak ada lagi isu yang macam-macam yang justru mengganggu ketenangan kami," ucap Yudha, yang saat itu didampingi ayahnya M Saleh.
Di tempat di tempat yang sama, Ny Elly, ibu Yudha didampingi suami dan keluarganya Sudaryo dan Mulyadi, menyatakan rasa terima kasih atas pengertian keluarga Surya Ningsih.
"Kami berharap silaturrahmi yang sudah terjalin akan tetap terjaga. Kami rasa di balik kejadian pasti ada hikmahnya," ucap Ny Elly.
Di bagian lain, Ny Elly menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Sumbawa dan jajarannya yang telah menfasilitasi masalah ini sehingga menjadi terang benderang dan menemui solusi terbaik.
Sebelumnya, Surya Ningsih (19), gadis yang tinggal di Kelurahan Brang Bara, ditemukan warga dalam kondisi luka parah di jalan raya depan Hotel Jayani, Kecamatan Badas, pada Senin (20/1) petang.
Wajah gadis itu bersimbah darah, bibirnya bengkak, dan terdapat luka robek serta lecet di sekujur tubuhnya. Untuk mendapat pertolongan medis korban dilarikan ke Puskesmas Labuan.
Kejadian ini memunculkan isu kalau korban dibuang pacarnya dari atas sepeda motor dan ditinggalkan begitu saja.
Belakangan diketahui ternyata Surya Ningsih dan Yudha mengalami kecelakaan lalu lintas di depan BBU Sering, Kecamatan Unter Iwis. Keduanya sama-sama terluka.
Ketika berniat menuju Puskesmas Labuan, sepeda motor yang dikendarai Yudha kehabisan bensin. Yudha pun meminta bantuan warga untuk membawa Ningsih ke puskesmas, sedangkan dirinya membawa kendaraannya menuju SPBU yang berjarak sekitar 100 meter.
Belum sempat menjenguk pacarnya di puskesmas, Yudha diamankan aparat kepolisian berdasarkan laporan keluarga Ningsih, yang menduga pemuda itu melakukan penganiayaan terhadap korban dan kemudian membuangnya di jalan.
Pewarta : Siti Zulaeha
Editor:
Dina
COPYRIGHT © ANTARA 2026