Perusahaan transportasi umum bersiap hadapi Lebaran 2023

id DLU, persiapan lebaran,Ramadhan

Perusahaan transportasi umum bersiap hadapi Lebaran 2023

Direktur Utama PT DLU Erwin H Poedjono dan Penasehat Utama PT DLU Bambang Harjo Soekartono saat memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat koordinasi di Hotel Novotel Solo, Selasa (28/2/2023). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Perusahaan transportasi umum salah satunya PT Dharma Lautan Utama (DLU) mulai melakukan persiapan menghadapi Lebaran atau Idul Fitri 1444 H  yang jatuh pada April 2023. "Kami koordinasi rutin menjelang Lebaran. Secara garis besar bahasannya itu, tapi memang lebih awal dilakukan (dibandingkan tahun-tahun sebelumnya)," kata Direktur Utama PT DLU Erwin H Poedjono usai rapat koordinasi persiapan lebaran di Hotel Novotel Solo, Jawa Tengah, Selasa.


Ia mengatakan DLU sudah menyiapkan sebanyak 45 kapal laut yang akan beroperasi untuk penyeberangan penumpang dan logistik. "Kami persiapkan pergerakan penumpang lebih awal karena kami juga mengantisipasi pergerakan penumpang menjelang bulan Ruwah (Syakban) dalam penanggalan Jawa yang identik dengan musim ziarah. Ini nyambung dengan arus mudik," katanya.

Untuk mendorong masyarakat melakukan mudik, pihaknya juga memberikan potongan harga untuk pembelian tiket mulai dari H-30 Lebaran 2023. Ia mengatakan untuk pemberian diskon ini hingga 20 persen. "Jadi kalau mudiknya makin cepat maka makin dapat diskon yang lebih besar. Dengan begitu semua tertarik untuk mudik lebih awal," katanya.

Sementara itu, Penasihat Utama PT DLU Bambang Harjo Soekartono mengatakan rapat koordinasi tersebut bagian dari persiapan dan antisipasi angkutan menjelang Lebaran dan setelah Lebaran 2023.

Baca juga: Menteri PUPR siapkan Jalan Tol Karanganyar-Klaten mudik
Baca juga: Pemkot Pekanbaru jamin ketersediaan sembako aman sampai lebaran


Ia mengatakan persiapan yang dilakukan mulai dari kesiapan armada hingga sumber daya manusia yang nantinya bertugas melayani penumpang selama masa Angkutan Lebaran 2023. Mengenai harga tiket, dikatakannya, biasanya pada jasa transportasi terjadi kenaikan sekitar 2-3 kali lipat. "Di sini kami tidak lakukan, kami hanya naikkan sedikit tapi ada diskon supaya itu terdistribusi menuju satu bulan atau 1,5 bulan sebelumnya," katanya.