Perencanaan wilayah di sekitar IKN penting diperhatikan

id IKN,Ibu Kota Baru,Tenggarong,Kaltim,Andrinof Chaniago

Perencanaan wilayah di sekitar IKN penting diperhatikan

Tangkapan layar - Mantan Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago berbicara dalam webinar “Geliat IKN Menyongsong Masa Depan” yang diadakan Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Senin (6/3/2023). (ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas)

Jakarta (ANTARA) - Perencanaan wilayah yang lebih luas di sekitar kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur sangat penting untuk diperhatikan dalam rangka membangun Indonesia, kata mantan Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago.

“Terus terang, dengan Pak Kepala (Otorita IKN), Pak Waka (Wakil Ketua Otorita IKN), juga bahkan Pak Presiden (Joko Widodo) saya menyarankan bahwa konsep kita ini untuk bangun Indonesia, jadi ini adalah proyek strategis dalam rangka membangun Indonesia,” kata dia dalam webinar daring “Geliat IKN Menyongsong Masa Depan” yang diadakan Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Jakarta, Senin.

Menurut Adrinof, potensi daerah-daerah sejauh 30-50 kilometer dari kawasan IKN perlu direncanakan dari sekarang, sehingga perencanaan wilayah dan antarwilayah di Kaltim dan sekitarnya harus berjalan seiring pembangunan IKN.

Hal ini, kata dia, perlu dipahami oleh pemangku kepentingan lain, seperti pemerintah provinsi (pemprov) dan pemerintah kabupaten (pemkab). “Sering saya berikan imajinasi dalam artian positif. Tenggarong itu potensinya luar biasa untuk menjadi kota wisata setelah hadirnya IKN di Kutai yang jarak tempuh perjalanannya hanya 1-1,5 jam dari Tenggarong,” ucapnya.

Adrinof mengatakan kota di Kaltim itu secara infrastruktur dasar pariwisata sudah siap dikembangkan dan dia menyarankan pihak-pihak yang berkepentingan untuk menyiapkan daerah tersebut sebagai kota wisata.

Di sisi lain, kata dia, IKN, pemprov, dan pemerintah pusat harus memberikan perhatian juga bagaimana pengembangan Samarinda, Tenggarong, Sangatta, Balikpapan, Penajam, dan seterusnya, sampai kota baru di Kalimantan Selatan. "Ini memang satu agenda lain yang perlu disiapkan secara beriringan,” kata Menteri Bappenas periode 2014-2015 itu.

Baca juga: Topografi tanah tak datar jadi tantangan pembangunan IKN
Baca juga: KIPP IKN diyakini bisa selesai selama 5 tahun

Adanya berbagai potensi pengembangan kota-kota di sekitar IKN harus dilihat sebagai peluang positif, katanya. Meskipun bukan kewenangan dari Badan Otorita IKN, tetapi calon kota-kota satelit, kawasan industri yang mau ditumbuhkan, dan daerah-daerah di sekitarnya perlu dibicarakan bersama para pemangku kepentingan terkait, kata Adrinof.

Dia menambahkan bahwa salah satu misi dari pembangunan IKN adalah tidak mengulang apa yang terjadi di Jabodetabek atau Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan) di Jawa Timur, di mana semuanya memusat ke satu-satunya kota inti.

"Akhirnya, timbul masalah-masalah yang sulit diatasi, yaitu macet, banjir dan segala macam. Nah, kita harus membangun dengan konsep multicenter (untuk) menciptakan kawasan-kawasan lain yang akan terkoneksi dengan IKN,” kata Andrinof.