Kami selaku putra daerah mewakili segenap masyarakat Dompu akan mempertahankan keberadaan Wisma Dompu yang ada di Mataram, karena bangunan itu salah satu aset daerah yang tidak pantas untuk diperjualbelikanMataram, (Antara) - Sejumlah aktivis mahasiswa melakukan aksi damai di depan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram, Kamis, menolak penjualan atau pelelangan Wisma Dompu yang berada di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Iskandar, koordinator pelaksana aksi damai tersebut, menyatakan menolak kebijakan pemerintah daerah terkait pelelangan Wisma Dompu dengan alasan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Dompu.
"Kami selaku putra daerah mewakili segenap masyarakat Dompu akan mempertahankan keberadaan Wisma Dompu yang ada di Mataram, karena bangunan itu salah satu aset daerah yang tidak pantas untuk diperjualbelikan," katanya.
Selain itu, Wisma Dompu juga memiliki peranan penting dalam mendukung aktivitas putra dan putri daerah Dompu yang ada di Mataram seperti kegiatan sosial maupun mendukung sarana pendidikan mereka.
Para aktivis mahasiswa itu berasal dari beberapa perhimpunan mahasiswa Dompu, di antaranya Gerakan Mahasiswa Dompu (GMD) Mataram, Ikatan Mahasiswa Kandai Satu (IMKAS), dan Himpunan Mahasiswa Hukum Nggahi Rawi Pahu (Hima Hunggarapa).
Iskandar dalam orasinya itu menuntut pimpinan daerah untuk mengambil sikap tegas terkait Wisma Dompu yang ada di Mataram. "Kami menginginkan Bupati Dompu untuk menarik kembali keputusan yang telah dikeluarkannya, selain itu kami juga akan menindaklanjuti ke Gubernur NTB agar mempertimbangkan lagi alasan pelelangan tersebut," ujarnya.
Bangunan Wisma Dompu terletak di Jalan Pendidikan Nomor 54 Mataram dengan luas lahan 1.045 meter persegi itu akan dilelang dengan harga 7,279 miliar. "Pelelangannya sudah dibuka mulai hari ini oleh KPKNL Mataram," katanya.
Sebelumnya, puluhan pemuda di Kabupaten Dompu, NTB pada Jumat (29/8) pekan lalu juga melakukan aksi yang sama menolak keputusan pemerintah daerah untuk melelang Wisma Dompu di Jalan Pendidikan Mataram.
Aksi pemuda di Dompu pada Jumat (29/8) pekan lalu itu tidak mendapat hasil yang sesuai dengan keinginan mereka. Karena itu, perwakilan mahasiswa Dompu di Mataram menindaklanjuti aksi penolakan tersebut.
"Kami akan terus memperjuangkan dan mempertahankan bangunan itu agar tidak dijual," ujarnya.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026