Bintek tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para pengelola perpustakaan sehingga mampu meningkatkan minat baca bagi siswa di sekolah masing-masin
Mataram,  (Antara)- Sebanyak 50 orang pengelola perpustakaan sekolah tingkat SD/MI se-Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengikuti bimbingan teknis (bintek) untuk peningkatan kemampuan dalam rangka optimalisasi pengelolaan perpustakaan.

"Bintek ini dilaksanakan selama dua hari, 10-11 September 2014," kata Kepala Kantor Perpustakaan Kota Mataram Ririn Yuniarti LW usai pembukaan bimbingan teknis pengelola perpustakaan di lingkungan sekolah tingkat SD/MI se-Kota Mataram di Mataram, Rabu.

Dikatakannya, bintek tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para pengelola perpustakaan sehingga mampu meningkatkan minat baca bagi siswa di sekolah masing-masing.

Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman memberikan pelayanan yang baik secara praktisi maupun teknisi, serta mampu menumbuhkembangkan kesadaran akan pentingnya perpustakaan terhadap setiap pegawai, guru, pengelola perpustakaan.

"Karena perpustakaan merupakan tempat belajar sepanjang hayat sekaligus menjadi gudang atau ladang ilmu pengetahuan," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan budaya gemar membaca sesuai dengan moto Kota Mataram, maju, religius dan berbudaya.

Untuk mencapai tujuan itu, dalam bintek tersebut pihaknya mendatangkan narasumber dari Perpustakaan Mataram, Badan Perpustakaan Provinsi NTB, dan UPT Perpustakaan Universiitas Mataram.

Materi yang diberikan antara lain pengetahuan klasifikasi, katalogisasi, pengelolaan, pemeriksaan, manajemen perpustakaan, serta layanan perpustakaan sekolah.

Lebih jauh Ririn mengatakan, minat baca warga di daerah ini terus meningkat, ditandai dengan tingginya permintaan pergantian buku.

"Salah satu indikator terjadinya peningkatan minat baca adalah tingginya permintaan pergantian buku bacaan pada perpustakaan keliling yang menggunakan mobil," katanya.

Ia mengatakan, animo masyarakat membaca pada perpustakaan keliling saat ini cukup bagus, karena hampir setiap saat perpustakaan keliling yang melayani masyaraat terutama di kawasan pinggiran Kota Mataram meminta pergantian judul buku.

"Bahkan hampir setiap hari ada saja masukan dari warga untuk pengadaan buku-buku yang mereka butuhkan," katanya.

Perpustakaan keliling setiap hari membawa lebih dari 250 eksemplar buku dari berbagai judul. Mulai buku pelajaran, ilmu pengetahuan umum, ilmu teknologi, cerita anak bahkan buku-buku tentang tata cara berwirausaha, berkebun dan bertani.

"Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah taman bacaan masyarakat (TBM). Jumlah pengunjung di TBM dan permintaan pergantian buku juga terjadi peningkatan," katanya.

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026