Kegiatan Tambora Menyapa Dunia merupakan acara budaya dan pariwisata yang menyajikan pernik-pernik dan keunikan dari Gunung Tambora yang pernah meletus pada tahun 1815 dan mampu membuat perubahan iklim duniaMataram, (Antara) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan penyelenggaraan Tambora Menyapa Dunia tahun 2015 mampu menggaet kunjungan wisatawan hingga dua juta orang.
Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Amin saat membuka Festival Tambora 2014 yang merupakan rangkaian acara dalam menyambut acara Tambora Menyapa Dunia 2015 di Lapangan Beringin, Kabupaten Dompu, Senin.
Menurut Wagub, Tambora Menyapa Dunia merupakan kegiatan budaya dan pariwisata berkelas dunia sehingga masyarakat di Kabupaten Dompu harus menyambut gembira.
"Kegiatan Tambora Menyapa Dunia merupakan acara budaya dan pariwisata yang menyajikan pernik-pernik dan keunikan dari Gunung Tambora yang pernah meletus pada tahun 1815 dan mampu membuat perubahan iklim dunia," katanya.
Puncak acara Tambora Menyapa Dunia, akan diselenggarakan bulan April 2015.
"Mudah-mudahan dari acara ini nantinya akan sesuai dengan target kita yang akan mendatangkan dua juta wisatawan baik luar negeri maupun dalam negeri," katanya.
Mantan anggota DPRD NTB ini, berharap agar event Tambora Menyapa Dunia bisa berlangsung dengan sukses dan mampu melampaui target yang telah ditetapkan, yaitu bisa menggaet dua juta wisatawan.
Sementara, di tempat yang sama, Bupati Dompu Bambang M Yasin, mengajak masyarakat Dompu untuk bersama-sama mensukseskan kegiatan Tambora Menyapa Dunia, sebagai sarana untuk membuka mata dunia bahwa di Dompu pernah ada sebuah gunung yang menjadi sesuatu yang luar biasa karena letusannya.
"Kegiatan ini secara ekonomi pasti akan menguntungkan masyarakat Dompu, melalui kegiatan Tambora Menyapa Dunia, kita akan mengingatkan dunia bahwa di Kabupaten Dompu ada gunung yang pernah menjadi sesuatu yang luar biasa karena letusannya," ucapnya.
Tahun 1815 adalah tahun bersejarah bagi perubahan iklim di dunia. Banyak juga yang menyebutnya sebagai "kiamat kecil" lantaran pada tahun tersebut Gunung Tambora di NTB meletus hebat.
Gunung Tambora, merupakan stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Letusan gunung yang memiliki tinggi 2.851 meter. Letuasan itu itu menjadi letusan terbesar sejak letusan Danau Taupo pada tahun 1815.
Sebelumnya, Gunung Tambora memiliki tinggi 4.882 mdpl dan menjadi puncak tertinggi kedua di Indonesia setelah Jaya Wijaya. Namun letusan yang luar biasa besar melenyapkan hampir separuh bobot tubuhnya.
Kaldera abadi akibat letusan pun sangat besar, seluas 7 km, serta jarak antara puncak dengan dasar kawahnya sedalam 800 meter. Total kematian yang ditimbulkan adalah 71.000 jiwa, bahkan ada sumber yang menyebut data korban hingga 92.000 jiwa. Letusan tersebut juga menyebabkan perubahan iklim di dunia.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026