BTNT Targetkan 4000 Wisatawan ke Gunung Tambora

id Gunung Tambora

Dokumen - Sejumlah kendaraan melintas dikaki gunung Tambora di Desa Doro Ncanga, Dompu, NTB. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

"Target tersebut meningkat 25 persen dari angka kunjungan wisatawan ke Gunung Tambora pada 2017 sebanyak 3000 orang"
Mataram (Antaranews NTB) - Balai Taman Nasional Tambora (BTNT)mentargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Gunung Tambora, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebanyak 4000 orang pada 2018.

"Target tersebut meningkat 25 persen dari angka kunjungan wisatawan ke Gunung Tambora pada 2017 sebanyak 3000 orang," kata Kepala BTNT Budhy Kurniawan, ketika dihubungi dari Mataram, Minggu.

Sebenarnya, kata dia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum memberikan beban target kunjungan wisatawan dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) ke BTNT.

Hal itu disebabkan karena Taman Nasional Tambora baru berumur dua tahun dan masih diminta fokus pada penataan kawasan, terutama infrastruktur dan sarana/prasarana.

"Meskipun belum diberikan beban, tapi kami sudah mampu memberikan kontribusi PNPB sebesar Rp51 juta pada 2017, dan kemungkinan akan terus bertambah seiring kunjungan wisatawan yang relatif bagus," ujarnya.

Lebih lanjut, Budhy mengatakan sesuai dengan manajemen pendakian yang sedang disusun, ada klaster yang dikembangkan dalam menarik minat wisatawan, yakni segmen wisatawan pendakian lokal, segmen wisatawan pendakian eksklusif, dan wisatawan berekreasi (camping ground).

Para wisatawan bisa melakukan pendakian atau berekreasi melalui lima pintu masuk resmi, yakni dari Desa Piong, Kawinda Toi, dan Doropeti, di Kabupaten Bima. Selain itu, pintu masuk di Desa Pancasila, dan Doro Ncanga, Kabupaten Dompu.

Sebelum memasuki kawasan, kata dia, wisatawan terlebih dahulu melapor ke petugas dan membeli tiket masuk senilai Rp150 ribu untuk turis asing, sedangkan wisatawan domestik Rp5.000. Tarif tersebut sama dengan yang diberlakukan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Pulau Lombok, NTB.

Untuk wisatawan yang melakukan pendakian eksklusif atau menggunakan kendaraan roda empat dikenanakan biaya tambahan berupa retribusi parkir di dalam kawasan sebesar Rp15.000 per unit per hari, sedangkan sepeda motor Rp5.000 per unit/hari.

"Seluruh dana yang ditarik dari wisatawan akan masuk ke kas negara dalam bentuk PNBP," ucapnya.

Untuk mencapai target 4000 wisatawan, Budhy optimis akan tercapai melalui berbagai upaya promosi, seperti membuat film tentang Gunung Tambora, membuat laman (website) di internet, serta menyebarkan bahan-bahan promosi lainnya.

BTNT juga akan mengikuti dua kali promosi tingkat nasional pada 2018 sehingga Gunung Tambora semakin dikenal luas.

"Peran Pemerintah Provinsi NTB, Kabupaten Bima dan Dompu, juga dibutuhkan sebagai wujud sinergitas yang sudah dibangun bersama BTNT," kata Budhy.

Gunung Tambora dengan ketinggian 2.850 meter dari permukaan laut terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara). (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar