"Kebijakan pemerintah untuk menjadikan ujian sekolah (US) sebagai penentuan kelulusan mulai tahun ini, tidak serta merta memberikan peluang terhadap guru untuk memberikan penilaian tidak objektif"
Mataram,  (Antara NTB)- Ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram H Adnan Muchsin meminta semua guru di daerah ini memberikan penilaian yang objektif terhadap hasil ujian sekolah yang akan menjadi penentuan kelulusan siswa.

"Kebijakan pemerintah untuk menjadikan ujian sekolah (US) sebagai penentuan kelulusan mulai tahun ini, tidak serta merta memberikan peluang terhadap guru untuk memberikan penilaian tidak objektif," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Justru hal itu, katanya, tetap akan dijadikan evaluasi dari pemerintah karena ujian nasional (UN) akan tetap dilaksanakan sebagai dasar pemetaan kualitas siswa sekaligus untuk melakukan evaluasi guru.

"Misalnya, pada UN siswa mendapatkan nilai rata-rata lima, tetapi pada ujian sekolah siswa mendapatkan nilai sembilan. Dengan perbedaan yang sangat besar itu tentu bisa menimbulkan pertanyaan bagi banyak kalangan," katanya.

Terkait dengan itu, Adnan berharap, para guru jangan khawatir akan mendapatkan penilaian yang kurang oleh pihak lain sehingga bertekat harus meluluskan siswa 100 persen, tetapi pada kenyataanya terdapat siswa yang seharusnya dinyatakan tidak lulus.

"Alangkah baiknya jika penilaian sudah objektif target lulus 100 persen terealisasi dan hasil evaluasi US sesuai dengan hasil UN. Akan tetapi jika hal ini belum bisa, sebaliknya guru tetap harus objektif," ujarnya.

Lebih jauh Adnan mengatakan, kendati UN tidak lagi menjadi menentukan kelulusan siswa namun US dan UN harus tetap dipersiapkan secara maksimal. Begitu juga dengan para orang tua harus tetap mengawasi putra-putrinya untuk belajar agar mendapatkan hasil yang memuaskan.

Karena, katanya, dalam setiap satuan pendidikan ujian akhir itu sangat penting sebagai dasar melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk ke perguruan tinggi.

Dengan demikian, katanya, anak-anak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dengan standar nilai yang ditentukan, tidak hanya lulus yang pada akhirnya banyak calon siswa masuk program bina lingkungan.

"Hal itu karena setiap siswa masuk pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tentu akan dilakukan evaluasi terhadap nilai UN dan US siswa," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrag Kota Mataram H Sudenom sebelumnya menargetkan kelulusan 100 persen pada semua jenjang pendidikan di daerah ini dengan hasil kelulusan yang maksimal.

Ia mengatakan, UN untuk tingkat SMA/sederajat direncanakan akan berlangsung pada 13-15 April 2015, sedangkan tingkat SMP/sederajat pada 4-7 Mei 2015.

"Untuk tingkat sekolah dasar, kami belum menerima data pastinya. Termasuk jumlah peserta UN untuk tingkat SMA, SMP dan SD/sederajat karena pendataannya belum rampung," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026