"Saya lahir batin akan menghibahkan tenaga dan pikiran, serta waktu untuk PAN. Kita akan bekerja keras karena ada lima daerah dari tujuh kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada harus dimenangkan PAN,"
Mataram (Antara NTB) - Musyawarah Wilayah IV DPW PAN Nusa Tenggara Barat, Senin, kembali memilih H Muazzim Akbar sebagai ketua untuk periode 2015-2020 setelah sebelumnya menjabat pada periode 2010-2015.

Terpilihnya H Muazzim Akbar sebagai Ketua DPW PAN NTB untuk kali kedua berturut-turut tidak terlepas setelah hanya empat anggota formatur terpilih, yakni Muazzim Akbar, Burhanudin Jaffar Salam, Hasbullah Muiz dan Adi Mahyudin lolos penjaringan dari 21 nama anggota formatur yang direkomendasikan DPP PAN di dalam Muswil IV DPW PAN NTB, Senin.

"Dengan ditetapkannya H Muazzim Akbar sebagai ketua oleh empat anggota formatur, maka selanjutnya penyusunan kepengurusan akan diserahkan kepada ketua terpilih," kata pimpinan sidang Muswil IV DPW PAN NTB yang juga merupakan Ketua POK DPP PAN Yandi Susanto.

Ketua DPW PAN H Muazzim Akbar mengatakan, akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaiknya. Terlebih lagi, di NTB ada tujuh kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada serentak 9 Desember 2015.

"Saya lahir batin akan menghibahkan tenaga dan pikiran, serta waktu untuk PAN. Kita akan bekerja keras karena ada lima daerah dari tujuh kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada harus dimenangkan PAN," katanya.

Begitu juga pada tahun 2018 akan melaksanakan agenda pilkada bupati dan Gubernur NTB. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh kader mampun pengurus di kabupaten/kota untuk memperjuangkan PAN.

"Kalau kita bisa bersama-sama maka justru akan lebih baik. kalau ada yang kurang segera ingatkan. Dalam beberapa hari kedepan, saya akan segera menyusun kepengurusan dan komunikasikan kepada seluruh DPD dan DPC," katanya.

Selain itu, pihaknya menegaskan akan meminta fakta integritas seluruh nama yang ingin menjadi pengurus, sehingga jangan sampai terkesan hanya mencari nama lalu kemudian menghilang.

"Nanti semua pengurus menandatangani fakta integritas. Kalau hanya sekedar nama dan ingin numpang di pengurus lebih baik tidak usah. Karena kepengurusan yang akan kita susun akan akomodif dan betul-betul bekerja untuk membesarkan partai," katanya.

Sebelumnya, saat Muswil berlangsung sejumlah DPD mempersoalkan masuknya Wakil Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid dalam tim formatur. Sejak awal yang ditetapkan dalam tim penjaringan hanya 20 orang, kemudian di jaring kembali menjadi hanya empat orang, namun dengan masuknya Faozan Khalid menjadi 21 orang.

Alhasil masuknya Wakil Bupati Lombok Barat tersebut kemudian dipersoalkan oleh pengurus DPD kabupaten/kota yang hadir, meski tidak ada pemilihan melalui pengembailan suara pada umumnya, namun tetap saja kader dan pengurus menolak orang di luar kader masuk dalam bursa pencalonan DPW PAN.

Namun, kemudian sebelum penetapan empat anggota formatur, pimpinan sidang memberitahukan pengunduran diri Faozan Khalid. Mundurnya Faozan Khalid itu, kemudian melenggangkan Muazzim Akbar terpilih kembali sebagai ketua DPW PAN NTB 2015-2020. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026