DPR berharap BPH Migas segera salurkan gas ke masyarakat

id DPR RI,komisi VII dpr ri,kabupaten sorong ,jaringan gas,gas murah,sorong papua

DPR berharap BPH Migas segera salurkan gas ke masyarakat

Anggota Komisi VII DPR RI Rico Sia saat memberikan sambutan pada pembukaan seminar umum kebijakan hilir migas bersama DPR RI di Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong, Rabu (26/7) (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)

Sorong (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Rico Sia mengungkapkan harapannya agar Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera membangun jaringan gas masuk ke rumah masyarakat yang ada di wilayah Papua Barat Daya, khususnya Kabupaten Sorong dan Kota Sorong. Menurut dia, masyarakat Papua Barat Daya telah menantikan sejak lama jaringan gas ke rumah secara gratis. 

"Kita tidak tahu masalah dimana, tapi kita berharap jaringan gas ini perlu diperhatikan supaya segera disalurkan ke rumah masyarakat di Papua Barat Daya," ucapnya pada  pembukaan seminar umum kebijakan hilir migas bersama DPR RI di Sorong, Rabu.
 
Ia mengatakan ketika jaringan gas telah masuk ke setiap rumah masyarakat, maka kebutuhan mereka atas gas murah akan terpenuhi, karena harganya lebih murah dibandingkan LPG tiga kilo. "Dan kenapa sampai sekarang kita belum dapat LPG tiga kilo, yang ada cuma minyak tanah, itu pun masih sedikit dan pakai antre," ujar Rico Sia.
 
Oleh karena itu ia mendesak agar BPH migas mengkomunikasikan hambatan jaringan gas dengan yang lebih berwenang seperti Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM. "Tapi kebetulan BPH Migas saat ini ada, maka sekaligus disampaikan kepada Direktur Jenderal Migas supaya kerinduan masyarakat menggunakan gas secara murah dan terjangkau bisa terjawab," ucap Rico Sia.

Baca juga: BPH Migas diharapkan tambah kuota bio solar di Aceh
Baca juga: Kaltim ekspor komoditas capai 12,6 miliar dolar AS

 
Ia mengatakan desakan ini merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang terus bertanya terkait kendala apa sehingga penyaluran gas ke rumah masyarakat belum terealisasi. "Saya percaya kepada BPH Migas bahwa masalah ini akan segera terselesaikan sehingga masyarakat bisa merasakan gas yang berasal dari tanah mereka," ujar Rico Sia.