Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan pentingnya peran pers yang sehat dan kedaulatan informasi untuk memperkuat demokrasi dan ketahanan bangsa di tengah transformasi global dan percepatan era digital.
“Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat bukanlah sekadar rangkaian kata tanpa makna. Ini adalah manifestasi pertahanan nasional di tengah gempuran ketidakpastian global. Di tahun 2026, kita tidak lagi bicara tentang masa depan digital, melainkan bagaimana kita bertahan dan memimpin di dalamnya,” kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Hal itu disampaikan Novita dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Ia menyebut tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” sebagai refleksi kebutuhan strategis nasional, bukan sekadar slogan.
Menurutnya, perubahan global menuntut kesiapan seluruh elemen bangsa, termasuk sektor pers dan industri informasi. Indonesia, jelasnya, tidak lagi hanya berbicara tentang masa depan digital, tetapi sudah berada di dalamnya.
Baca juga: PWNU NTB dukung media sehat dan beretika dalam kerja jurnalistik
Dirinya menilai pers yang sehat menjadi penopang utama demokrasi. Tanpa pers yang kredibel dan independen, menurutnya, arah demokrasi dapat kehilangan pijakan.
“Tanpa pers yang sehat, demokrasi akan kehilangan kompas. Tanpa ekonomi yang berdaulat, kemandirian hanya jadi angan. Dan tanpa kedaulatan informasi, kekuatan bangsa akan rapuh,” ujarnya.
Baca juga: Pers dan arah Indonesia Emas
Ia mengajak pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem informasi yang bertanggung jawab. Maka dari itu, dirinya sepakat untuk mendorong penguatan regulasi untuk melindungi kepentingan nasional, sekaligus membuka ruang inovasi media tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026