Peluncuran layanan 4G LTE yang pertama oleh XL di frekuensi 1800 MHz digelar di "Islamic Center" Mataram, Senin. Peluncuran tersebut sekaligus pemberian secara resmi lisensi oleh pemerintah secara serentak untuk lima operator seluler, yaitu XL, Indosat, Telkomsel, Tri dan Smartfren.
Hadir pada acara tersebut Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Direktur Manajemen Layanan XL Ongki Kurniawan, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Muhammad Budi Setiawan.
Direktur Manajemen Layanan XL Ongki Kurniawan, mengatakan perusahaannya memiliki hubungan yang spesial dengan masyarakat Lombok dan NTB pada umumnya, sehingga menjadi salah satu dari beberapa kota di Indonesia, yang menjadi lokasi peluncuran layanan internet super cepat secara serentak.
"Sejak awal masuk wilayah ini, kami seperti berjodoh. Masyarakat menerima dan memberikan kepercayaan kepada XL untuk kebutuhan telekomunikasi dan kini terus berkembang ke layanan data dan internet," katanya.
Ia menyebutkan pangsa pasar yang lebih dari 85 persen penduduk NTB menunjukkan suatu kehormatan bagi XL untuk bisa hadir di daerah itu.
"Untuk itulah, sebagai apresiasi XL kepada masyarakat NTB, kami mempersembahkan layanan 4G LTE yang pertama di frekuensi 1800 MHz di NTB," ujarnya.
Saat ini, kata Ongki, XL telah memiliki 14 BTS 4G untuk melayani sejumlah area di Kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB. Beberapa pusat kegiatan pemerintahan, bisnis dan aktivitas warga, juga pusat-pusat keramaian, masuk dalam area tersebut. Beberapa di antaranya adalah pusat perbelanjaan Mataram Mall.
Ongki menambahkan layanan 4G LTE di 1800 MHz, secara teknis mempunyai keunggulan khusus. Dengan frekuensi tersebut maka manfaat dari teknologi 4G LTE bisa secara maksimal diberikan kepada masyarakat Indonesia.
Masyarakat dan pelanggan XL pun bisa secara mudah mengakses 4G LTE karena ekosistemnya lebih mudah dibangun, antara lain ketersediaan "handset smartphone" dengan kemampuan akses 4G LTE berharga terjangkau.
Beberapa merek yang telah bekerjasama dengan XL, antara lain LG, Sony, Huawei, Sharp, Alcatel, dan Lenovo.
Layanan 4G LTE ini juga memungkinkan akses internet super cepat hingga 100 Mbps. Infrastruktur jaringannya lebih leluasa karena memang khusus untuk layanan 4G.
Manfaat lain yang bisa diraih pelanggan XL adalah sejumlah aplikasi khusus multifungsi, di antaranya "Voice over LTE" (VoLTE), dan "Rich communication suite over LTE" (RCS).
Aplikasi ini memiliki beragam fitur antara lain untuk menelpon, telepon video, "chatting" juga berbagi file dokumen dalam kapasitas besar.
"Aplikasi ini akan sangat mendukung produktivitas masyarakat, termasuk untuk urusan bisnis, karena akan bisa menawarkan kecepatan pengiriman dokumen dengan file berkapasitas besar, juga kualitas tinggi untuk telepon video dan multimedia," kata Ongki.
Dia mengatakan kemudahan lain yang diberikan oleh XL kepada masyarakat dan pelanggan yang hendak mendapatkan layanan 4G LTE adalah berupa gratis penukaran kartu SIM, aktiviasi langsung dan cepat, serta tersedianya layanan 4G roaming.
XL juga menyelenggarakan program kemudahan lainnya antara lain menyediakan kartu SIM XL khusus 4G sebanyak 1 juta unit, juga program gratis pulsa.
Masyarakat NTB, sambung Ongki, akan menjadi yang pertama di Indonesia yang akan bisa menikmati semua keunggulan dan manfaat dari layanan 4G LTE di frekuensi 1800 MHz secara komersial.
Setelah Lombok, menyusul kemudian masyarakat di Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Jakarta. Selain itu, kota-kota yang sebelumnya telah terlayani dengan layanan 4G LTE di frekuensi 900 MHz juga akan bisa ikut menikmati layanan di 1800 MHz, yaitu Medan, Bogor, dan Yogyakarta.
Total BTS 4G XL di seluruh area layanan mencapai lebih dari 200 unit. Sementara itu, jumlah pelanggan 4G XL mencapai lebih dari 200 ribu pelanggan. (*)
Pewarta :
Editor:
Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026