"Surat sudah kami layangkan ke Polda Bali dan rencananya pihak puslabfor akan datang pada Selasa (4/8) untuk menindaklanjuti penyebab kebakarannya,"
Mataram, (Antara NTB) - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Daerah Bali, akan datang menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda sebuah pusat perbelanjaan Hypermart berlokasi di Abian Tubuh, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kasubbag Humas Polres Mataram AKP I Wayan Suteja kepada wartawan, Senin, mengatakan bahwa pihaknya telah bersurat dan meminta kepada Puslabfor Polda Bali guna menindaklanjuti penyebab kebakaran yang melanda sebuah pusat perbelanjaan Hypermart.

"Surat sudah kami layangkan ke Polda Bali dan rencananya pihak puslabfor akan datang pada Selasa (4/8) untuk menindaklanjuti penyebab kebakarannya," kata Suteja, Senin.

Hal itu dilakukan, terkait pihak Polres Mataram maupun Polda NTB hingga kini belum memiliki puslabfor, sehingga meminta Polda Bali untuk membantu dalam penyelidikannya. "DIsini belum ada labfor, jadi harus meminta bantuan Polda Bali," ujarnya.

Dikatakannya, untuk Polda NTB sendiri baru memiliki Tim Indonesia Automatic Finger System (Inafis), yang tugasnya hanya untuk penyelidikan penyebab kematian atau pun tindak kriminalitas yang pernah terjadi.

"Untuk kebakaran dalam skala besar seperti yang terjadi di Hypermart ini, tidak bisa diturunkan pihak Inafis, melainkan labfor. Jadi untuk sementara ini, penanganannya akan meminta bantuan Puslabfor Polda Bali," kata Suteja.

Selain akan menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda Hypermart, nantinya tim Labfor Polda Bali juga diminta untuk membantu dalam menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu di pasar buah Cakranegara.

Lebih lanjut, kebakaran yang melanda Hypermart pada Minggu (2/8), sekitar pukul 05.30 WITA itu, diketahui memang hampir melahap seluruh bagian bangunannya. Bahkan, kepolisian memperkirakan kerugian yang dialami pihak manajemen Hypermart mencapai Rp8 miliar.

"Nilai kerugian itu ditafsirkan berdasarkan hasil keterangan yang kami peroleh dari sejumlah saksi, baik dari manajernya maupun sejumlah karyawan," ucap Suteja.

Untuk dugaan sementara kepolisian, api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. karena dari keterangan yang diperolehnya, api muncul saat karyawan setempat mencoba menghidupkan listrik Hypermart.

Api yang membakar hampir sebagian bangunan beserta isinya itu, berhasil dipadamkan setelah tiga jam lamanya. Kendaraan roda empat milik Pemadam Kebakaran yang diturunkan diketahui sebanyak delapan unit milik Kota Mataram, kemudian dibantu tiga kendaraan damkar milik Kabupaten Lombok Barat, serta tiga unit "water canon" Polda NTB.

"Apinya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WITA, itu pun gumpalan asap tebal masih menyelimuti area Hypermart," ujar Suteja.(*)


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026