"Kami berkepentingan dengan ketersediaan cabai di luar musim karena komoditas tersebut merupakan salah satu penyumbang inflasi"Mataram (Antara NTB) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat melakukan uji coba tanaman cabai merah keriting di luar musim atau panen pada saat musim hujan agar ketersediaan komoditas tersebut tetap terjaga.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Prijono di Mataram, Rabu, mengatakan program demplot tanaman cabai di luar musim tersebut bekerja sama dengan empat kelompok tani di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, yang sudah terbiasa menanam cabai.
"Para petani yang terlibat sudah menyiapkan lahan seluas empat hektare. Nanti kami yang fasilitasi sarana produksi pertanian, seperti pupuk, benih unggul, obat-obatan pertanian," katanya.
Untuk teknologi budi daya, kata dia, para petani akan diberikan pengetahuan teknis oleh instansi terkait mitra BI, yakni Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) NTB, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB.
Penanaman benih cabai dilakukan pada musim kemarau dan panennya pada saat musim hujan.
"Penanaman akan dilakukan dalam waktu dekat ini, disesuaikan dengan kapan musim hujan tiba," ujar Prijono.
NTB merupakan daerah surplus cabai dan menjadi pemasok untuk kebutuhan di Pulau Jawa dan Jakarta.
Namun ketika di luar musim, harga salah satu bumbu masak itu sering melonjak hingga ratusan ribu rupiah per kilogram karena pasokan yang terbatas.
Badan Pusat Statistik NTB merilis angka produksi cabai rawit di daerah pada musim tanam 2014 sebanyak 64.010 ton, meningkat 121,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan produksi juga terjadi pada jenis cabai besar, yakni mencapai 20.650 ton, meningkat 227,78 persen dibanding musim tanam 2013.
Prijono menjelaskan, pihaknya sangat berkepentingan dengan ketersediaan cabai di luar musim karena komoditas tersebut merupakan salah satu penyumbang inflasi di NTB, selain kebutuhan pokok lainnya.
Oleh sebab itu, jika program percontohan budi daya cabai di luar musim tersebut berhasil sesuai harapan, BI NTB akan memperluas lagi daerah pengembangan dan tidak hanya terfokus di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, tetapi juga di daerah lain yang memenuhi syarat teknis.
Dengan semakin banyaknya petani memahami teknologi budi daya cabai di luar musim, Prijono berharap ketersediaan cabai tetap terjaga sepanjang waktu dan harganya relatif stabil.
"Mudahan nanti hasil percontohan ini bagus, sehingga bisa diikuti oleh petani lainnya. Dan kami siap membantu kelompok tani yang ingin mengembangkan cabai di luar musim," kata Prijono. (*)
Pewarta : Awaludin
Editor:
Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026