"Semua camat dari wilayah hulu hingga hilir bertanggung jawab menangani sampah, agar tidak mengalir ke pantai, menumpuk di saluran, sungai, dan lainnya yang bisa menjadi potensi bencana," katanya di Mataram, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Mohan Roliskana di sela memberikan arahan dalam kegiatan pencanangan Desa/kelurahan Tangguh Bencana (Destana) yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram.
Wali kota mengatakan, jika berbicara masalah mitigasi bencana, sampah merupakan salah satu potensi bencana yang harus diantisipasi dan perlu menjadi atensi bersama.
Apalagi, menurut dia, Kota Mataram berada pada daerah hilir yang pastinya ketika musim hujan datang, maka potensi sampah dari hulu akan mengalir ke hilir.
"Namun, hal itu jangan jadi alasan camat, sehingga tidak mau menyelesaikan masalah sampah di wilayah masing-masing," katanya.
Di sisi lain, wali kota juga mengingatkan kepada para camat se-Kota Mataram agar tidak hanya mengandalkan petugas dari dinas teknis sebab mereka juga memiliki armada dan personel yang terbatas.
"Oleh karena itu, camat harus bekerja ekstra dan berinovasi mengelola sampah di wilayah masing-masing. Jika tidak bisa, camat akan kita evaluasi," katanya menegaskan.
Menanggapi instruksi wali kota itu, Camat Cakranegara Irfan Syafindra Soerati menyatakan instruksi wali kota itu sebenarnya sudah ada embrio inovasi yang dilaksanakan kecamatan melalui masing-masing kelurahan.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026