Mataram (Antara NTB) - Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat merilis nilai ekspor komoditas perikanan NTB pada Januari 2016 mencapai 150.833 Dollar Amerika Serikat, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 478.890 USD.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudin, di Mataram, Senin, mengatakan penurunan nilai ekspor komoditas perikanan tersebut kemungkinan disebabkan kondisi cuaca buruk di perairan laut dan penurunan permintaan dari negara tujuan ekspor.

"Kemungkinan tangkapan jenis ikan tertentu untuk diekspor agak berkurang akibat cuaca buruk di perairan laut, di samping permintaan konsumen dari negara tujuan yang melemah," katanya.

Meskipun mengalami penurunan, kata dia, komoditas perikanan tetap memberikan kontribusi terbesar kedua dalam pembentukan nilai ekspor NTB pada Januari 2016, selain produk tambang galian atau nonmigas sebesar 133,56 juta USD.

Total nilai ekspor NTB pada Januari 2016 sebesar 133,74 juta USD. Angka ini mengalami penurunan sebesar 51,78 persen dibandingkan ekspor Desember 2015 yang mencapai 277,36 USD.

Negara tujuan ekspor adalah Jepang senilai 69,3 juta USD, Tiongkok 39,30 juta USD, Korea Selatan 24,90 juta USD.

"Ada juga beberapa negara lain yang menjadi tujuan ekspor , seperti Vietnam sebesar 150.900 USD dan Amerika Serikat 16.070 USD, serta beberapa negara lainnya," ujar Wahyudin.

Sementara nilai impor NTB pada Januari 2016, kata dia, mencapai 11,37 juta USD. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 49,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 22,5 juta USD.

Sebagian barang impor yang masuk ke NTB berasal dari Tiongkok, yakni mencapai 49,25 persen dari total nilai impor, disusul Amerika Serikat sebesar 19,50 persen dari Jepang 17,77 persen, serta beberapa negara lainnya.

Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah mesin-mesin atau pesawat mekanik senilai 5,4 juta USD, benda-benda dari besi dan baja 2,08 juta USD, karet dan barang dari karet 1,96 juta USD. (*)


Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026