Mataram, 9/7 (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih memberlakukan siaga I atau pola pengamanan ketat meski pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pemilu presiden (pilpres) berjalan aman dan lancar.

   "Siaga I masih diberlakukan agar penyelenggara pilpres aman dan tenang serta semua pihak merasa tenteram," kata Kapolda NTB, Brigjen Polisi Surya Iskandar, di Mataram, Kamis.

   Ia mengatakan, pemungutan dan penghitungan suara pilpres di berbagai tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah NTB terlaksana dengan aman dan nyaman tanpa insiden yang mengarah kepada gangguan kambtibmas.

   Selama tahapan inti pilpres tidak terjadi aksi-aksi yang mengarah pada gangguan kambtibmas, meski di hari itu mencuat sejumlah permasalahan hukum di lokasi tertentu.

   "Memang ada beberapa masalah tetapi tidak ada kaitannya dengan pilpres, hanya masalah hukum biasa di kalangan masyarakat yang berujung keributan antarwarga," katanya.

   Iskandar menyebut keributan antarwarga itu berupa aksi perdebatan yang berakhir dengan perselisihan hingga terjadi perkelahian, namun masalah tersebut sudah ditangani.

   "Dua orang bertengkar dan ribut, tetapi tidak menimbulkan gangguan kamtibmas karena langsung ditangani sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku," katanya tanpa menyebut lokasi pertengkaran itu.

   Ribuan personel  Polda NTB hingga saat ini masih melakukan pengamanan intensif di berbagai objek penting terkait pilpres.

   Polda NTB beserta jajaran polres dan polsek menerjunkan sebanyak 5.263 personel untuk mengamankan tahapan pemungutan dan penghitungan suara pilpres.

   Lebih dari 3.000 personel polri sudah ada di sembilan kabupaten/kota di NTB, dan 2.000 lebih personel digeser untuk memperkuat pengamanan pilpres di berbagai kabupaten/kota.

   Personel di tingkat polres akan diawasi langsung oleh masing-masing kapolres, demikian pula tingkat polsek yang pengawasannya diserahkan kepada setiap kapolsek.

   Sasaran pengamanan prima itu meliputi semua objek yang berkaitan dengan pelaksanaan pilpres, seperti kantor KPU provinsi dan kabupaten/kota, PPK dan PPS hingga lokasi penyimpanan kotak suara.

   Kediaman pengurus partai politik pengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden juga ikut diamankan secara intensif, selain objek vital yang ada di wilayah hukum Polda NTB.

   "Kami upayakan semua tahapan pelaksanaan pilpres terlaksana dengan aman dan damai," kata Brigjen Iskandar. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026