Dua orang diantaranya berasal dari Kota Bima dan dua orang lagi berasal dari Kabupaten Dompu
Mataram (Antaranews NTB) - Sedikitnya empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Nusa Tenggara Barat.

"Dari empat orang ini, dua orang diantaranya berasal dari Kota Bima dan dua orang lagi berasal dari Kabupaten Dompu," kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhandini Eka Dewi di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah kasus DBD di NTB sebanyak 449 kasus, terbanyak di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 105 orang suspek DBD.

"Dari 105 orang suspek itu, 72 orang di antaranya positif DBD dan terbanyak di Kecamatan Kuripan, Sekotong dan Gerung. Dari jumlah kasus DBD tersebut, terbanyak anak-anak," katanya.

Menurut Nurhandinidia, anak-anak ini paling cepat rentan makanya kenapa lebih banyak dari orang dewasa.?

Ia menambahkan, menyusul banyaknya penderita DBD tersebut, pihaknya menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan dan langkah-langkah antisipasi, sehingga kasus DBD di NTB tidak semakin meluas. Sebab, ia memperkirakan kasus DBD tersebut akan mencapai puncaknya hingga Maret 2019.

"Kalau melihat polanya, kasus DBD di NTB saat ini sudah masuk puncaknya. Makanya kita sudah bersurat kepada bupati/wali kota termasuk Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama untuk melakukan penanganan di sekolah-sekolah, termasuk melakukan gerakan tiga M (mengubur, menguras dan menutup) tempat di mana tumbuhnya jentik nyamuk, selain upaya pengasapan (fogging) katanya.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026