Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit H Moh Ruslan Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat sedang menangani sebanyak 18 korban banjir bandang yang melanda Kota Mataram pada Minggu, 6 Juli 2025.

Direktur Rumah Sakit (RS) H Moh Ruslan Mataram dr Hj Eka Nurhayati di Mataram Kamis mengatakan, sebanyak 18 orang tersebut sebagian masih dirawat karena penyakit penyerta.

"Sebanyak 18 korban banjir yang kami tangani rata-rata mengalami hipotermia -kedinginan-," katanya usai mengikuti rapat koordinasi terkait penanganan dampak banjir bandang yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri.

Selain itu, korban juga ada luka-luka, bahkan ada satu yang mengalami luka sobek cukup berat di bagian kepala karena mungkin terbentur atau terpeleset karena panik ingin menyelamatkan diri.

Baca juga: Cegah banjir terulang, DPRD NTB minta bangunan di atas drainase ditertibkan

Para korban yang ditangani di RS Ruslan, ada yang bisa langsung pulang dan ada juga yang masih dirawat karena penyakit penyerta.

"Untuk data berapa yang masih di rawat, kami belum cek kembali," katanya.

Menurutnya, untuk biaya pengobatan korban banjir yang dirawat tersebut tidak bisa ditanggung BPJS Kesehatan, karena termasuk di luar cakupan layanan BPJS.

Baca juga: YBM PLN salurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir di Mataram

Oleh karena itu, pihaknya sudah mendata dan merinci kebutuhan biaya pengobatan bagi korban yang sudah dan sedang ditangani.

"Kebutuhan biaya pengobatan akan kami usulkan melalui belanja tidak terduga -BTT- atau APBD Perubahan 2025 Kota Mataram," katanya.

Baca juga: Paguyuban Vespa Lombok Timur salurkan bantuan untuk korban banjir Mataram

Pada sisi lain, lanjut Eka, tim PSC (Public Safety Center) RS Ruslan rutin melakukan pemantauan ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir bandang.

"Pada jam-jam tertentu, tim kami turun keliling memantau antisipasi penanganan gawat darurat," katanya.

Sementara menyikapi biaya pengobatan korban banjir, Sekda Kota Mataram H Lalu Alwan Basri memastikan biaya perawatan korban banjir bandang sepenuhnya akan ditanggung Pemerintah Kota Mataram.

"Kami tidak ingin menambah beban warga yang sudah terdampak banjir. Biarkan beban itu, pemerintah yang tanggung," katanya.

Baca juga: BNPB lakukan pendataan dampak banjir di Mataram
Baca juga: Warga Bertais minta pemda perbaiki jalan amblas dampak banjir di Mataram
Baca juga: Puluhan relawan PMI NTB bersihkan sampah pascabanjir di Mataram



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026