Jakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menerapkan konsep sekolah net zero carbon (nol bersih karbon) untuk merehabilitasi enam gedung sekolah di wilayah Jakarta Barat.

Menurut Kepala Unit Pengelola Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Budiyono, konsep itu diterapkan sebagai upaya mengurangi emisi karbon dan memanfaatkan energi terbarukan.

"Sekolah ini juga memiliki konsep namanya, net zero carbon. Nantinya kita gunakan solar panel yang bisa mereduksi atau mengurangi kebutuhan listrik sekitar 30 persen," ujar Budiyanto di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa.

Ia mengatakan, konsep sekolah net zero carbon adalah sekolah yang bangunannya mendukung hemat energi dan rendah emisi karbon dengan pemanfaatan energi terbarukan.

"Pemprov DKI sudah menerapkan konsep program sekolah net zero carbon sejak 2021," kata dia.

Penerapan sekolah net zero carbon, kata dia, akan diperluas di seluruh sekolah yang ada di Jakarta.

Baca juga: Indonesia agrees to supply clean electricity to Singapore

"Diharapkan pembangunan sekolah net zero juga dapat mendorong Jakarta mencapai target net zero emission atau nol emisi karbon pada tahun 2050," katanya.

Budiyono menambahkan, syarat dasar program sekolah net zero carbon, di antaranya terkait aspek kesehatan dan kenyamanan dalam ruang. Setiap kelas harus memiliki kondisi ruangan yang dirancang memiliki ventilasi alami dan memiliki tingkat kenyamanan visual yang berarti menggunakan pencahayaan dengan iluminasi (tingkat pencahayaan) ruangan.

"Dalam pengembangan sekolah net zero carbon, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Green Building Council (GBC) Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: Indonesia sees opportunity to market carbon storage services

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan akan merehab total 6 sekolah di wilayah Jakarta Barat, tahun 2025. Enam sekolah yang akan direhab adalah SDN Jati Pulo 07/08, SDN Tegal Alur 02/04, SDN Kota Bambu 01/02, SMPN 130 Jakarta, SMAN 33 Jakarta dan TK Negeri Meruya Selatan.

Pelaksanaan rehab total enam gedung sekolah tersebut memakan waktu selama 7 bulan, terhitung mulai September 2025 - Maret 2026.

 

 

 


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026