Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperkuat peran keluarga dalam menangani kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) guna mendukung pemulihan dan meningkatkan kemandiriannya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan di Mataram, Rabu, mengatakan keluarga dapat mengedukasi masyarakat luas untuk mengurangi stigma dan mendorong penerimaan terhadap ODGJ.
"Keluarga juga bisa menjadi suporter utama yang memberikan pemahaman, dukungan emosional, motivasi, dan keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari untuk membantu ODGJ menjadi produktif dan berdaya," katanya.
Pernyataan itu di sampaikan usai menghadiri kegiatan Gebyar Keluarga Berkualitas dalam rangka Keluarga Nasional (Harganas) dan hari jadi Ke-32 Kota Mataram.
Terkait dengan itu, katanya, ketika ada penertiban ODGJ di jalanan, setelah didata mereka akan bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk dilakukan pendalaman kondisi kejiwaan.
Ketika hasil pemeriksaan masih memungkinkan ODGJ dilakukan perawatan di rumah, petugas dari Dinsos akan mengembalikan ke pihak keluarga dan memastikan keluarga bisa menjaganya agar tidak kembali ke jalanan.
"Selain itu, pihak keluarga diminta untuk aktif meminta obat ke puskesmas masing-masing wilayah dan memastikan ODGJ meminum obat secara teratur," katanya.
Baca juga: Polresta Mataram lanjutkan penahanan pelaku pembunuhan diduga ODGJ
Menurutnya, dalam setiap bulan jumlah ODGJ yang berhasil ditertibkan di jalanan sekitar 5-6 orang. ODGJ yang ditertibkan itu ada yang berasal dari Kota Mataram dan ada juga yang dari luar Kota Mataram.
Untuk ODGJ dari luar Kota Mataram, mereka dikembalikan ke daerah asal melalui Dinas Sosial setempat untuk ditangani.
"Sedangkan ODGJ dari Kota Mataram, kami tangani sesuai prosedur yang ada," katanya.
Baca juga: Setiap tahun, 600 penerima bansos di Mataram ditargetkan graduasi mandiri
Namun demikian, tambah Samsul, dalam penanganan ODGJ di Kota Mataram dipastikan bebas pasung guna memastikan mereka mendapatkan penanganan dan rehabilitasi yang manusiawi.
Untuk data riil jumlah ODGJ di Kota Mataram, Samsul belum mendapatkan laporan terakhir sebab data ODGJ gabung dengan data disabilitas sebanyak 1.600 orang.
"ODGJ masuk juga dalam data disabilitas 1.600, kami belum cek kembali data terakhir yang dipilah," katanya.