Mataram (ANTARA) - Wakil Bupati Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Edwin Hadiwijaya merespon positif tuntutan masa aksi demo yang digelar ratusan mahasiswa pada 1 September 2025.
"Apa yang menjadi tuntutan mahasiswa kami respon seperti informasi pelayanan publik," kata Edwin saat menerima ratusan mahasiswa yang menggelar aksi demo di kantor Bupati Lombok Timur, Senin.
Ia meminta agar pergerakan mahasiswa tetap menjaga idealisme dengan intelektualitas, jangan sampai idealisme tercemari atau ditumpangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan masyarakat.
"Idealisme harus dijaga dengan intelektualitas. Pemerintah daerah akan tetap terbuka dalam hal pelayanan publik, termasuk menggelar dialog dengan cara intelektual," katanya.
Ia mengaku prihatin atas kejadian di beberapa wilayah yang berlangsung anarkis dan memunculkan korban jiwa serta merugikan masyarakat.
"Atas nama pribadi dan pemerintah daerah terhadap kejadian yang menimbulkan korban jiwa, turut berduka cita dan berbelasungkawa," katanya.
Baca juga: Mencegah bara anarkisme di NTB
Ia meminta massa aksi untuk menjaga kondusivitas Lombok Timur yang sudah kondusif, sehingga tidak merugikan masyarakat.
"Silahkan sampaikan aspirasi, tetapi hindari aksi anarkis. Terhadap tuntutan transparansi, kami akan jamin keterbukaan transparansi," katanya.
Usai beraksi di kantor Bupati. Masa aksi bergeser melakukan aksi ke kantor Polres Lombok Timur. Masa aksi di Polres berlangsung kondusif, massa aksi diterima langsung oleh Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana di dampingi Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf Eky Enderson.
"Apa yang menjadi tuntutan massa aksi, kami akan tindak lanjuti, termasuk mengucapkan turut berbelasungkawa tragedi tewasnya pengendara Ojol," ucap AKBP I Komang.
Baca juga: Laskar Sasak ingatkan demonstran tak mudah terprovokasi
Masa aksi melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Lombok Timur dan mereka diterima Ketua DPRD M Yusri bersama para ketua Fraksi dan Komisi DPRD Lombok Timur.
"Kami juga turun mengutuk ulah oknum anggota DPR yang dinilai telah melukai hati rakyat, dan oknum itu pun telah mendapat hukuman dari partai masing masing," kata Yusi.
Setelah puas berorasi dan menyampaikan aspirasi dan tuntutannya, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Aksi tersebut mendapat pengamanan dan pengawalan ketat dari aparat gabungan kepolisian dan anggota TNI serta SatPol PP Lombok Timur.
Baca juga: Gubernur NTB ajak warga Mataram rawat kota dengan pembangunan nilaiBaca juga: Kapolda NTB tindak tegas pelaku perusakan di Gedung DPRD NTB
Baca juga: PB NWDI serukan kedamaian dan doa untuk bangsa Indonesia
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026