Mataram (ANTARA) - Dua kelompok pemuda dari dua desa yang berbeda yakni Desa Anjani dan Suralaga, Kecamatan Suralaga kabupaten Lombok Timur berkelahi di wilayah Desa Bintang Rinjani, Selasa sore (23/9).

Perkelahian itu dipicu kesalahpahaman,apalagi kedua kelompok pemuda itu sama-sama dipengaruhi minuman keras,karena sedang melakukan pesta miras ditempat yang sama.

Sementara itu sejumlah pemuda dari Desa Anjani menjadi korban dari perbuatan yang dilakukan kelompok pemuda Desa Suralaga.

Kemudian dari data yang berhasil dihimpun menyebutkan kasus perkelahian ini bermula dari kelompok pemuda Anjani datang ke wilayah Desa Bintang Rinjani untuk melakukan pesta miras.Akan tapi sampai ditempat tersebut kelompok pemuda Anjani menemukan kelompok pemuda Suralaga sedang minum di sebelah barat.

Setelah itu kelompok pemuda Anjani duduk  sebelah timur tanpa saling mengganggu untuk melakukan pesta miras.Akan tapi selang berapa lama kelompok pemuda desa Suralaga selesai minum,namun sebelum pulang kelompok pemuda Suralaga menghampiri kelompok pemuda Anjani yang sedang minum dengan tujuan untuk pamitan.

Baca juga: Satpol PP Jakbar sita ratusan botol miras ilegal

Akan tapi salah satunya berjoget ditengah ditempat kelompok pemuda Anjani minum,sehingga menginjak jajan yang dibawa kelompok pemuda Anjani untuk minum.

Kemudian melihat itu kelompok pemuda Anjani menegur pemuda dari Suralaga dengan sopan agar tidak melakukan itu.Karena tidak terima ditegur salah seorang dari kelompok pemuda Suralaga berkelahi melawan salah seorang kelompok pemuda Anjani sehingga menyebabkan luka lebam dihidung.

Namun melihat itu teman-teman dari kedua kelompok pemuda melerai dan saling minta maaf.Tapi kasus tersebut tidak sampai disitu sebagian kelompok pemuda Suralaga pergi dan sebagian diam di tempat pemuda Anjani pesta miras.

Baca juga: Asyik pesta miras di sawah, empat pelajar di Lombok Timur diciduk polisi

Tidak berselang lama datang puluhan pemuda Desa Suralaga dengan langsung menyerang kelompok pemuda Desa Anjani secara membabi buta dengan ada yang menggunakan tangan kosong dan kayu.

Setelah kejadian itu lalu kedua kelompok pemuda dari dua desa yang berbeda itu pulang,sedangkan sejumlah kelompok pemuda desa Anjani mengalami luka lebam akibat dipukul kelompok pemuda desa Suralaga dari bagian wajah,tangan hingga kaki.

Kemudian persoalan itu diketahui oleh pihak Polsek Suralaga dan pemerintahan dua desa tersebut,dengan berencana akan mempertemukan kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut akan tidak membias menjadi lebih besar.

Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Oesman saat dikonfirmasi, Rabu mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan kasus perkelahian dua kelompok pemuda dari dua desa yang berbeda di wilayah kecamatan Suralaga.

" Kita kroscek dulu ke Kapolsek masalah ini," terangnya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026