Mataram (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nusa Tenggara Barat bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1 memperbaiki tanggul Sungai Tanggek di Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur yang jebol akibat terdampak banjir.

Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin mengatakan penanganan darurat perbaikan tanggul sungai yang jebol dengan pemasangan geobag serta perbaikan dan normalisasi alur Sungai Tanggek yang mengalami pendangkalan.

"Normalisasi sungai dan perbaikan tanggul sesuai arahan Gubernur NTB," ujarnya di Mataram, Jumat.

Ia mengungkapkan kerusakan tanggul Sungai Tanggek di wilayah Desa Batuyang ini disebabkan oleh banjir bandang akibat curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada pertengahan bulan September yang lalu dan mengakibatkan setidaknya 55 hektar lahan pertanian mengalami gagal panen dan beberapa rumah terendam banjir.

"Upaya penanganan ini juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir menjelang musim penghujan yang akan datang sehingga areal persawahan yang berada di daerah bantaran sungai tersebut tidak mengalami gagal tanam," terang Sadimin.

Sebelumnya Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, bersama BWS NT 1 dan jajaran Pemkab Lombok Timur meninjau dampak banjir di Dusun Ponjenlimbu, Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Senin (6/10).

Baca juga: Antisipasi banjir, Pemkot Mataram gencarkan normalisasi saluran air

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat melalui media sosial terkait rusak-nya areal pertanian akibat banjir.

Gubernur NTB telah meminta BWS NT 1 melakukan pengerukan sedimentasi sungai dan pemasangan tanggul sementara menggunakan geobag. Ia menegaskan, alat berat untuk pengerukan sudah dikerahkan agar aliran sungai kembali normal.

"Alat beratnya sudah di jalan, besok sudah mulai bekerja melakukan pengerukan sedimentasi," katanya.

Baca juga: Progres proyek venue MTQ tingkat Provinsi NTB 2026 mencapai 40 persen

Untuk jangka panjang, Gubernur meminta masyarakat dari hulu hingga hilir sungai menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.

"Saya minta Pemkab Lombok Timur, Camat, Kades, Kadus dan masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan sungai, dengan membuat kesepakatan bersama berupa aturan adat (awig-awig)," ucapnya.

Ia juga berencana mengajukan usulan ke pemerintah pusat agar dilakukan penanganan permanen sepanjang aliran sungai, bukan hanya di titik-titik kerusakan.

"Saya minta ini secepatnya, kasihan masyarakat petani kita jadi korban dari akibat banjir ini. Mari kita jaga lingkungan kita bersama, semoga hal ini tidak terjadi lagi," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026