Surabaya (ANTARA) - Suara tepuk tangan bergema di halaman MI Muhammadiyah 27 Surabaya (MIMDATU) siang itu, Kamis, 16 Oktober 2025. Di antara ratusan siswa yang memenuhi lapangan, wajah-wajah ceria tampak bersinar. Salah satunya, Fazila Mutia Hakim, siswi kelas V, yang dengan semangat bercerita tentang pengalamannya ikut English Festival 2025.

“Aku senang sekali bisa ikut lomba ini,” ujar Fazila sambil tersenyum lebar.

“Rasanya jadi pengalaman baru dan bikin semangat untuk terus belajar bahasa Inggris," kata Fazila.

Kegembiraan seperti Fazila tampak di seluruh sudut sekolah. Spanduk warna-warni, panggung sederhana berhias batik, dan sorak-sorai penonton menambah semarak suasana. Kegiatan English Festival 2025 ini memadukan kemampuan berbahasa Inggris dengan semangat mencintai budaya Indonesia, menjadikannya ajang belajar yang menyenangkan sekaligus sarat nilai kebangsaan.

Ratusan siswa dari kelas 1 hingga 6 tampil percaya diri dalam berbagai kategori lomba yang dikemas kreatif sesuai jenjang kelas. Kelas 1 menampilkan Poem Recital, kelas 2 membawakan Fairytale Drama, kelas 3 berlenggak-lenggok dalam Fashion Show Batik, kelas 4 beradu cepat dalam English Riddles, kelas 5 unjuk suara lewat Sing a Song, dan kelas 6 menutup acara dengan pertunjukan Mime yang memukau.

Baca juga: Letda Wahyuddin memberikan bimbel bahasa Inggris di perbatasan

Kepala Madrasah Sixtynna Eka mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya nasional.

“Kami ingin anak-anak punya ruang untuk mengekspresikan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris sekaligus mencintai budaya sendiri. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Batik pada 2
Oktober, sehingga kami ingin menggabungkan semangat nasional dan go internasional,” ujarnya.

Sixtynna mengaku bangga melihat seluruh siswa tampil mengenakan batik. “Melihat anak-anak memakai batik adalah bukti bahwa MIMDATU mendukung gerakan melestarikan budaya dan mencintai produk asli Indonesia. Semua tampak ganteng dan cantik,” tambahnya.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran dua mahasiswa asing dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Eissa Thabit dari Sudan dan Qusai Dammad dari Yaman. Keduanya berinteraksi langsung dengan para siswa, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berbicara dengan penutur asing secara langsung.

“Kami bekerja sama dengan UMS agar anak-anak bisa lebih berani dan percaya diri dalam berkomunikasi,” jelas Sixtynna.

Baca juga: English First Lombok dorong kemampuan anak berbahasa Inggris

Sementara itu, Mr. Sahiq, Educator and Counselor English di MIMDATU, memberikan semangat kepada seluruh peserta. “Hari ini adalah hari spesial. Jadikan momen ini sebagai kenangan indah dan pembelajaran berharga,” katanya penuh motivasi.

Dari balik panggung, para guru juga berperan besar dalam mempersiapkan penampilan siswa. Salah satu guru pendamping, Lihyatun, mengungkapkan bahwa latihan berlangsung selama dua minggu.
“Anak-anak berlatih berbicara, gerakan, dan menyesuaikan kostum. Kami ingin mereka tampil maksimal dan merasa bangga di atas panggung,” ujarnya.

English Festival 2025 di MIMDATU bukan sekadar lomba bahasa. Ia menjadi panggung kecil tempat tumbuhnya kepercayaan diri, cinta budaya, dan semangat belajar. Seperti yang dikatakan Fazila, pengalaman ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang keberanian untuk berbicara, berekspresi, dan terus belajar dengan gembira.

Berita sadur dari laman MIMDATU (https://mimdatu.sch.id/)



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026