Mataram siapkan aksi tangani bencana hidrometeorologi

id Wali Kota Mataram,H Mohan Roliskana,apel siaga hidrometeorologi

Mataram siapkan aksi tangani bencana hidrometeorologi

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, usai memimpin apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di lapangan Sangkareang Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (31/10-2025).  ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan aksi terencana untuk menangani potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Jumat, mengatakan, untuk mengoptimalkan aksi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kota Mataram menggelar apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.

"Kegiatan apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi bagian dari aksi terencana kami menghadapi bencana di musim hujan," katanya saat ditemui usai memimpin apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Lapangan Sangkareang Mataram.

Ia mengatakan, banjir yang melanda Kota Mataram pada 6 Juli 2025 secara masif, memberikan banyak pengalaman bagi Pemerintah Kota Mataram untuk memahami situasi dan potensi bencana hidrometeorologi.

Karena itulah, Pemerintah Kota Mataram kini lebih siap siaga dan waspada menghadapi musim hujan yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan musim hujan mulai pada bulan November 2025 dan puncaknya terjadi pada bulan Januari 2026 serta mulai melandai sampai bulan April 2026.

Baca juga: Pengawasan pintu air di Mataram dioptimalkan untuk antisipasi banjir

Dalam kegiatan apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, pohon tumbang, gelombang pasang dan lainnya, semua organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kota Mataram, komunitas peduli bencana, serta perwakilan dari masyarakat yang berada di daerah rawan bencana diikutsertakan.

Selain menghadirkan personel, lanjut wali kota, juga dihadirkan berbagai logistik penanganan bencana dari masing-masing OPD.

Misalnya, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan tim reaksi cepat (TRC), logistik seperti mesin sedot, sensor, dan lainnya.

Sementara dari Dinas Sosial mengeluarkan mobil dapur umum lapangan, RS H Moh Ruslan mengeluarkan ambulans 119 yang setiap saat siap siaga turun ke lokasi bencana, begitu juga dengan OPD lainnya.

"Dalam aksi kesiapsiagaan bencana, kami ingin pastikan logistik, SDM, sistem operasional, termasuk pembiayaan tidak terduga harus sudah siap siaga," katanya.

Baca juga: Antisipasi banjir, Pemkot Mataram gencarkan normalisasi saluran air

Sementara menyinggung tentang daerah rawan bencana, wali kota mengatakan kawasan yang harus diwaspadai selain pesisir adalah bantaran sungai.

Apalagi wilayah Kota Mataram dilintasi empat sungai besar, sehingga warga di bantaran sungai juga diharapkan bisa berpartisipasi menjaga dan mengawasi sungai agar tetap bersih sehingga sungai bisa berfungsi maksimal saat puncak musim hujan.

"Peran serta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana hidrometeorologi," katanya.

Selain itu, tambah wali kota, informasi perubahan cuaca dari BMKG agar disebarluaskan secara masif ke masyarakat melalui aparat hingga ke tingkat lingkungan bahkan ke tingkat RT.

"Dengan adanya informasi dari BMKG itu, masyarakat bisa lebih waspada terhadap berbagai potensi bencana di sekitarnya," katanya.

Baca juga: Cegah banjir, Mataram tingkatkan kesiagaan hadapi musim hujan

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.