Pengawasan pintu air di Mataram dioptimalkan untuk antisipasi banjir

id Dinas PUPR ,Kota Mataram,pintu air,musim hujan

Pengawasan pintu air di Mataram dioptimalkan untuk antisipasi banjir

Sejumlah petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram melakukan pengangkutan sampah di saluran Jalan Udayana Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengoptimalkan pengawasan debit air pada sejumlah pintu air di hulu guna mengantisipasi banjir selama musim hujan.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Kamis, mengatakan banjir yang melanda Kota Mataram pada 6 Juli 2025 menjadi pelajaran bagi Pemkot Mataram.

"Karena itu, kondisi debit air di pintu air harus terus terpantau maksimal," katanya.

Kota Mataram, lanjutnya, memiliki sekitar delapan titik pintu air di hulu yang menghubungkan wilayah Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat.

Delapan pintu air tersebut antara lain pintu air Mataram Kanan, Mataram Kiri, Gerimak, Babakan, Pesongoran, dan pintu air Remeneng.

Baca juga: Antisipasi banjir, Pemkot Mataram gencarkan normalisasi saluran air

Untuk kondisi saat ini, katanya, hasil pantauan selama satu minggu terakhir kondisi debit air di pintu air masih aman atau normal, karena berada pada ketinggian 40 centimeter, meskipun setiap hari Kota Mataram diguyur hujan pada siang hingga sore.

Sementara jika ketinggian air berada pada titik 60 centimeter ke atas, kata dia, maka itu sudah masuk kondisi peringatan. Sedangkan kalau debit air berada pada angka 95 centimeter kondisi itu menandakan bahaya.

"Misalnya, untuk di pintu air Kali Unus jika sudah mencapai ketinggian 90 cm maka potensi wilayah Karang Pule tergenang sangat besar, sehingga harus diantisipasi," katanya.

Baca juga: Cegah banjir, Mataram tingkatkan kesiagaan hadapi musim hujan

Terkait dengan itu, lanjut dia, salah satu tugas dari petugas yang disiagakan pada sejumlah pintu air adalah menginformasikan perubahan kondisi ketinggian debit air.

Dengan demikian ketika terjadi kenaikan di atas titik normal, maka informasi tersebut bisa langsung disebar melalui grup kesiapsiagaan bencana, sehingga masyarakat di hilir sudah bisa melakukan antisipasi dan melakukan mitigasi bencana.

"Informasi tersebut juga disebar ke camat, lurah, hingga lingkungan, agar semua masyarakat bisa waspada," katanya.

Lale menambahkan untuk mengoptimalkan pengawasan di pintu air, tim dari Dinas PUPR juga disiagakan 24 jam secara bergantian untuk tetap bekerja di lapangan untuk menangani ketika terjadi ada sumbatan sampah pada saluran atau sungai yang bisa menghambat aliran air.

"Komunikasi dengan petugas sudah kami bangun dan Alhamdulillah, ratusan petugas kami siap bergerak kapan pun dan di mana pun," katanya.

Baca juga: Jembatan sementara pasca-banjir di Mataram mulai dimanfaatkan
Baca juga: Pemkot Mataram bangun jembatan rusak akibat banjir di Karang Kemong

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.