Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan pendataan korban banjir dan abrasi yang melanda beberapa kelurahan di kota itu akibat hujan deras pada Rabu (12/11).
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram, Kamis, mengatakan beberapa kelurahan terdampak banjir akibat gelombang pasang, antara lain Abian Tubuh, Kekalik, dan Bintaro.
"Banjir di Kelurahan Abian Tubuh dan Kekalik dipicu karena luapan Sungai Ancar, dan jebolnya saluran irigasi," katanya.
Dia menjelaskan banjir tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita karena hujan dengan intensitas sedang hingga deras di hulu Sungai Ancar. Aliran air sungai tersebut neik hingga permukiman warga dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.
Baca juga: Seribu paket sembako disalurkan untuk korban banjir Mataram
Data sementara, jumlah korban di Kelurahan Kekalik sekitar 30 kepala keluarga (KK), sedangkan di Kelurahan Abian Tubuh sekitar 20 KK.
"Sementara untuk di Kelurahan Bintaro, kami masih menunggu data dari kelurahan," katanya.
Ia mengatakan hari ini tim sedang turun untuk melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak, guna memastikan kondisi mereka dan kebutuhan darurat.
Bantuan darurat yang sudah disalurkan BPBD, antara lain karung untuk tanggul darurat di saluran irigasi yang jebol dan bantuan pemakanan.
"Sementara untuk kebutuhan lainnya, kami masih data dan menunggu data lain dari kelurahan dan kecamatan," katanya.
Baca juga: Pembagian 1.000 paket sembako korban banjir Mataram tunggu SK
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi kapan dan di mana saja.
"Yang namanya bencana tidak bisa diprediksi, meskipun jauh-jauh hari kami sudah melakukan upaya dan langka antisipasi," katanya.
Muzaki berharap, komitmen aparat kelurahan dan kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan secara aktif turun ke lapangan guna melakukan upaya mitigasi bencana.
"Misalnya melakukan pembersihan saluran dan sungai dari sampah yang dapat menghambat aliran air ketika hujan deras, serta upaya-upaya pencegahan lainnya," katanya.
Ia mengatakan dengan melihat potensi bencana saat ini, Kota Mataram masih berstatus siaga.
"Jika terjadi eskalasi, kami segera rapatkan untuk meningkatkan status menjadi tanggap darurat," katanya.
Baca juga: Sebanyak 14 unit huntara korban banjir Mataram segera ditempati
Baca juga: Warga terdampak banjir di Mataram yang gratis bayar PBB diverifikasi