Lombok Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap kasus influenza (flu) serta batuk pilek dan demam yang saat ini mulai meningkat pada musim hujan di akhir 2025.
"Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur mencatat di 35 puskesmas terjadi peningkatan signifikan kasus flu," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Lalu A Fahrozi di Lombok Timur, Kamis.
Ia mengatakan informasi dari puskesmas ada terjadi peningkatan kasus di hampir semua puskesmas, yaitu penyakit flu, pilek, dan demam, termasuk juga nyeri sendi. Terhadap peningkatan kasus ini pihaknya telah membuat surat edaran kepada seluruh puskesmas untuk melakukan langkah-langkah antisipasi serta membatasi terjadinya penularan.
"Kasus flu deman dan pilek ini terjadi di lima puskesmas yaitu Puskesmas Suralaga, Kerongkong, Masbagik Baru, Batuyang, dan Puskesmas Selong," katanya.
"Jumlah warga yang terjangkit kisaran 4.000 orang dan saat ini mencapai 6.000 kasus," katanya.
Baca juga: Kasus batuk dan flu di Dompu meningkat 70 persen
Ia mengatakan kasus-kasus ini mencakup masalah di saluran pernapasan seperti ISPA, pneumonia, dan influenza.kasus influenza disebabkan oleh virus yang bersifat self-limiting disease (dapat sembuh dengan sendirinya).
"Kami fokus pada penguatan imunitas dan pembatasan penyebaran," katanya.
Di antaranya langkah antisipasi yang diinstruksikan kepada puskesmas untuk disebarluaskan kepada masyarakat, yaitu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Istirahat yang cukup dan memastikan asupan nutrisi yang baik. Bagi yang sakit, disarankan untuk istirahat di rumah agar tidak menyebar ke orang lain.
"Menggunakan masker saat mengunjungi fasilitas kesehatan (faskes) atau tempat berisiko tinggi," katanya.
Baca juga: PAPDI mengungkap perbedaan gejala pneumonia dan flu
Ia menekankan pentingnya imunitas tubuh dalam melawan virus ini, sehingga tidak terkena penyakit.
"Virus ini kan akan mati dengan imunitas yang kita miliki di dalam tubuh kita. Imunitas itu akan muncul dari dalam, yang tentu memang didukung oleh asupan gizi yang baik, termasuk juga pola istirahat kita,” ujarnya.
Meskipun demikian, Dinkes memastikan fasilitas kesehatan siap memberikan layanan jika ada masyarakat yang mengalami keluhan atau gejala penyakit tersebut.
“Untuk saudara-saudara kita yang sudah mengalami sakit dan membutuhkan layanan kesehatan, untuk kita siapkan di puskesmas untuk mendapatkan layanan baik itu rawat jalan maupun jika dibutuhkan rawat inap,” tambahnya.
Baca juga: Sup bisa membantu ringankan gejala saat flu
Terkait ketersediaan vaksinasi flu, Dinkes Lombok Timur menyatakan belum menerima informasi dari Kementerian Kesehatan.
Disinggung kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Fahrozi mengatakan hingga saat ini belum ada laporan signifikan mengenai kasus DBD di Lombok Timur. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada.
“Sampai dengan bulan ini belum ada laporan yang signifikan terkait dengan kasus DBD yang di Kabupaten Lombok Timur. Mudah-mudahan tidak terjadi,” katanya.