Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar kegiatan bersih-bersih pantai guna mengatasi tumpukan sampah.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra, di Mataram, Rabu, mengatakan kegiatan bersih pantai tersebut difokuskan di Pantai Loang Baloq.

"Kegiatan bersih pantai kami laksanakan sebulan sekali di akhir pekan dan kami sudah mulai pada Minggu (7/12)," katanya.

Kegiatan itu, lanjutnya, melibatkan masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), aparat kelurahan, dan Kecamatan Sekarbela, bahkan siswa yang berada di sekitar kawasan pantai.

Baca juga: DLH Mataram sarankan pasang jaring sampah di muara sungai

Menurutnya, dari hasil kegiatan bersih-bersih pantai yang dilaksanakan akhir pekan lalu, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 6 ton.

"Tingginya volume sampah di kawasan pantai dipicu karena saat musim hujan sampah lebih banyak muncul di daerah pesisir," ujarnya.

Ia mengatakan, sampah tersebut merupakan sampah dari hulu yang selama ini mungkin tersangkut, dan ketika hujan terbawa arus ke muara kemudian kembali ke pinggir pantai karena terbawa arus ombak laut.

"Kondisi itu sudah menjadi siklus tahunan, yang harus diperhatikan agar kawasan objek wisata pantai bisa tetap bersih, aman, dan nyaman dikunjungi," katanya.

Baca juga: PUPR: Penanganan sampah pantai di Mataram perlu koordinasi lintas sektor

Cahya mengatakan sampah yang ditangani di pantai itu bukan dari sampah pengunjung, sebab untuk sampah pengunjung pihaknya sudah menyediakan sekitar 15 unit tempat pembuangan sampah di berbagai titik untuk mengakomodasi kebutuhan pengunjung.

"Di seputar Taman Loang Baloq, kami sudah siapkan tempat sampah sekitar 15 unit. Jadi sampah yang kami tangani di pantai merupakan sampah kiriman dari hulu," katanya.

Untuk meminimalkan sampah di pantai, Cahya berharap partisipasi masyarakat agar menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang di saluran atau sungai yang akhirnya berpotensi terjadi penumpukan di kawasan pantai.

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026