Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, harga berbagai kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan pada hari H-1 dan hari pertama Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Kamis, mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut terjadi karena tingginya daya beli masyarakat untuk mempersiapkan menu sahur dan berbuka puasa.

"Pada hari Rabu (18/2) dan hari ini Kamis (19/2), aktivitas masyarakat di pasar tradisional meningkat signifikan," katanya.

Kondisi itu dapat dilihat dari padatnya masyarakat yang berbelanja kebutuhan pokok terutama untuk daging sapi dan ayam. Bahkan, sampai-sampai pedagang tidak terlihat oleh pembeli yang antre.

Meskipun harga kebutuhan pokok relatif naik seperti harga daging sapi kini menjadi Rp145.000-Rp150.000 per kilogram dari harga normal Rp125.000-Rp135.000 per kilogram.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Stok bahan pokok di Mataram aman

Kemudian harga daging ayam kini mencapai Rp42.000-Rp44.000 per kilogram dari harga Rp40.000 per kilogram, begitu juga dengan harga telur ayam ras naik dari Rp58.000 per tray (satu tray isi 30 butir), menjadi Rp60.000 per tray.

Selain itu berbagai harga sayur-sayuran terutama kangkung yang menjadi salah satu menu favorit warga di Pulau Lombok untuk membuat "pelecing", mengalami kenaikan dari Rp1.000 per ikat menjadi Rp2.500 per ikat, bayam dari Rp1.000 per ikat menjadi Rp2.000 per ikat, sayur kelor juga naik dari Rp1.000 per ikat menjadi Rp2.000 per ikat.

Sementara harga bumbu-bumbu terutama cabai rawit masih bertahan pada harga Rp100.000 per kilogram, cabai merah besar dan cabai keriting juga masih tetap sama Rp30.000 per kilogram.

Kemudian bawang putih juga masih sama yakni Rp32.000 per kilogram, sebaliknya untuk bawang merah mengalami kenaikan dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp42.000 per kilogram.

Baca juga: Mataram siapkan pasokan kebutuhan pokok aman jelang Ramadhan

Harga tersebut merupakan harga di pasar induk, dan biasanya ada selisih harga Rp500-1.000 untuk pasar-pasar kecil.

"Kondisi lonjakan harga selama dua hari ini, murni karena faktor daya beli masyarakat meningkat. Sementara untuk stok aman," kata Sri.

Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga signifikan, Disdag Kota Mataram telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Perdagangan Provinsi, Bulog, Bank Indonesia (BI), distributor, dan Satgas Pangan agar harga dan pasokan kebutuhan pokok di pasar tersedia dan terkendali.

"Minggu depan, tanggal 24-26 Februari, kami juga akan menggelar pasar rakyat atau pasar murah untuk membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat, mendekatkan dan memberikan harga di bawah harga pasar," katanya.

Di sisi lain, Sri mengimbau masyarakat agar bisa menjadi konsumen cerdas dengan belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan agar tidak memicu kepanikan dan kenaikan harga signifikan.

Baca juga: Disdag Mataram diminta pastikan kebutuhan pokok tersedia jelang Natal
Baca juga: Pasar rakyat digelar di Mataram guna stabilkan harga jelang Idul Adha



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026