Mataram, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan langkah antisipasi pasokan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, dengan meningkatkan pemantauan harga dan ketersediaan stok bersama dinas terkait.

"Kami kembali akan melaksanakan Kolaborasi Pasar Keliling (Kopling) menjelang Ramadhan untuk memastikan stok aman dan harga terkendali," kata Asisten II Setda Kota Mataram H Miftahurrahman di Mataram, NTB, Selasa.

Hal tersebut disampaikan usai memimpin rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram, dan persiapan pengawasan dan pemantauan kebutuhan pokok jelang Ramadhan.

Kegiatan Kopling bekerja sama dengan sejumlah distributor, Bulog, dan Bank Indonesia (BI) dengan melibatkan petani binaan sehingga harga kebutuhan pokok yang dijual di Kopling lebih murah dibandingkan harga pasar.

"Prinsipnya, kami akan melakukan berbagi upaya untuk menstabilkan harga agar kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri terpenuhi," katanya.

Baca juga: Sambut Ramdahan, Pengawasan kebutuhan pokok di Mataram dioptimalkan

Sementara, menyinggung masalah inflasi, Miftah mengatakan, inflasi Kota Mataram pada awal 2026 menunjukkan dinamika karena kenaikan harga emas menjadi faktor utama pendorong inflasi Januari, sementara harga barang kebutuhan lainnya relatif masih stabil.

Inflasi tahunan (year on year) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen. Pada 2025, inflasi berada di angka 3,21 persen dan meningkat menjadi 3,69 persen pada Januari 2026.

"Secara year on year inflasi terjadi kenaikan 0,48 persen," katanya usai memimpin rapat TPID Kota Mataram.

Baca juga: Disdag Mataram diminta pastikan kebutuhan pokok tersedia jelang Natal

Menurutnya, tekanan inflasi tersebut berasal dari kelompok harga yang ditentukan oleh mekanisme pasar global salah satunya komoditas emas mengalami lonjakan harga hingga mencapai Rp3 juta per gram.

"Harga emas sangat berpengaruh karena sifatnya nasional. Jika emas naik, dampaknya dirasakan semua daerah," katanya.

Kendati demikian, dia menegaskan inflasi Kota Mataram masih menjadi yang terendah di Provinsi NTB. Inflasi tahunan NTB tercatat sebesar 3,86 persen.

"Posisi Kota Mataram masih di bawah provinsi dan daerah lain di NTB," katanya.

Sementara, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida memastikan harga kebutuhan pokok di Kota Mataram masih terkendali.

"Untuk kebutuhan pokok, sejauh ini kondisinya masih normal," katanya

Baca juga: Pasar rakyat digelar di Mataram guna stabilkan harga jelang Idul Adha
Baca juga: Harga bahan kebutuhan pokok di Mataram masih stabil



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026