Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengoptimalkan pengawasan stok dan harga kebutuhan pokok untuk menyambut bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
"Langkah itu sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi ekstrem," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Jumat.
Sekitar satu setengah bulan lagi akan masuk bulan Ramadhan, dan pastinya selama satu bulan lebih akan terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat karena permintaan meningkat.
Karenanya, untuk memastikan stok dan harga kebutuhan pokok tersedia dan harga stabil, Disdag Kota Mataram mengoptimalkan pengawasan stok dan harga di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram.
Baca juga: Disdag Mataram diminta pastikan kebutuhan pokok tersedia jelang Natal
Dari 19 pasar tradisional, Disdag Kota Mataram rutin melakukan pemantauan dan pengawasan harga pada tiga pasar tradisional yang menjadi acuan harga yakni Pasar Kebon Roek, Pagesangan, dan Pasar Mandalika.
"Hasil pantauan kami, sejauh ini Alhamdulillah harga kebutuhan pokok masih stabil sedangkan harga komoditas hortikultura mengalami fluktuasi," katanya.
Komoditas hortikultura mengalami fluktuasi harga antara lain, cabai rawit merah pada Senin (5/1-2026) harganya Rp45.000 per kilogram, pada Selasa turun menjadi Rp40.000 per kilogram, kemudian naik lagi Rabu, menjadi Rp43.000 per kilogram, sampai hari ini.
Untuk cabai merah besar naik dari harga Rp20.000 per kilogram, menjadi Rp22.000 per kilogram, sedangkan untuk cabai keriting, juga mengalami fluktuasi harga dari Rp30.000 per kilogram, naik menjadi Rp35.000 per kilogram, dan kini turun lagi Rp30.000 per kilogram.
Baca juga: Pasar rakyat digelar di Mataram guna stabilkan harga jelang Idul Adha
Begitu juga dengan harga bawang merah pada Senin (5/1-2026) harganya Rp35.000 per kilogram, pada Selasa naik menjadi Rp37.000 per kilogram, kemudian turun lagi Rabu, menjadi Rp35.000 per kilogram, sampai hari ini.
"Sementara untuk jenis komoditas hortikultura lainnya, relatif stabil," katanya.
Sedangkan untuk harga beras medium juga masih stabil yakni Rp13.000 per kilogram, begitu juga dengan beras jenis premium Rp14.900 per kilogram.
Untuk beras jenis premium tersebut, pemantauan harga juga dilakukan oleh satgas pangan selain di pasar tradisional juga di retail modern.
"Hal itu untuk memastikan pedagang dan retail menerapkan satu harga beras premium yang sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14.900 per kilogram," katanya.
Baca juga: Harga bahan kebutuhan pokok di Mataram masih stabil
Di sisi lain, untuk memastikan ketersediaan stok menjelang Ramadhan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak seperti distributor, Bank Indonesia, Bulog, Dinas Pertanian, dan lainnya.
Bahkan pekan depan, Disdag akan menggelar kegiatan Kolaborasi Pasang Keliling (Kopling), pada sejumlah titik guna memberikan kepastian masyarakat terkait ketersediaan stok dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
Adapun kebutuhan pokok yang dijual di Kopling selain cabai, tomat, bawang, juga akan menyiapkan telur, beras, dan MinyaKita yang menjadi primadona masyarakat meskipun ada minyak merek lain.
"Harga yang ditetapkan di Kopling adalah harga distributor, sehingga lebih murah dibandingkan harga pasar," katanya.
Kegiatan Kopling tersebut, tambah Sri, sebagai awal untuk persiapan kegiatan pasar rakyat atau pasar murah yang akan digelar di enam kecamatan se-Kota Mataram dalam rangka menyambut Ramadhan.
"Melalui kegiatan tersebut, kami berharap bisa memberikan jaminan terhadap stok kebutuhan pokok di Mataram sehingga masyarakat tidak panik," katanya.
Baca juga: Harga kebutuhan pokok di Mataram stabil usai Lebaran 2025