Harga bahan kebutuhan pokok di Mataram masih stabil

id Dinas Perdagangan,harga kebutuhan pokok,Kota Mataram,stabil

Harga bahan kebutuhan pokok di Mataram masih stabil

Pedagang kebutuhan pokok di salah satu pasar tradisional di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, harga berbagai kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025, relatif stabil.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Selasa, mengatakan, hasil pantauan tim Disdag dalam sepekan terakhir di enam pasar tradisional di Mataram, harga kebutuhan pokok sementara dominan tidak ada kenaikan.

"Alhamdulillah, harga semua kebutuhan pokok stabil. Tapi harus tetap kami pantau antisipasi potensi lonjakan harga," katanya.

Beberapa kebutuhan pokok yang dinilai stabil antara lain beras jenis medium Rp13.000 per kilogram, beras jenis premium Rp15.00 per kilogram, gula pasir curah Rp18.000 per kilogram, gula pasir kemasan Rp19.000 per kilogram.

Baca juga: Harga kebutuhan pokok di Mataram stabil usai Lebaran 2025

Selain itu cabai rawit Rp28.000 per kilogram, cabai merah besar Rp18.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp20.000 per kilogram, tomat Rp16.000 per kilogram, bawang merah Rp25.000 per kilogram, bawang putih impor Rp30.000 per kilogram.

"Semua kebutuhan pertanian tersebut, harganya hampir mendekati harga normal," katanya.

Sedangkan untuk harga telur juga sudah mulai turun menjadi Rp58.000 per tray (satu tray isi 30 butir), dengan ukuran besar, sebelumnya harganya di atas Rp60.000 per tray.

Sementara untuk harga daging ayam broiler, kata Sri sampai hari ini masih fluktuatif berkisar Rp36.000 per kilogram hingga Rp38.000 per kilogram, sementara harga normal Rp32.000 per kilogram.

Baca juga: Jelang Maulid, Harga bapok di Mataram merangsek naik

Selain harga di atas yang relatif stabil, harga daging sapi segar dalam sepekan mengalami kenaikan menjadi Rp130.000 per kilogram hingga Rp140.000 per kilogram dari harga normal Rp125.000 per kilogram.

"Menurut keterangan sejumlah pedagang daging, kondisi itu terjadi karena stok daging sapi di pasar berkurang," katanya.

Menjelang Idul Adha, para jagal yang memotong sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) berkurang karena mereka rata-rata mau menjual sapi dalam bentuk hidup untuk dijadikan hewan kurban.

"Yang perlu diantisipasi adalah harga daging sapi segar, jangan sampai lebih dari Rp140.000 per kilogram. Begitu juga harga daging ayam dan telur sebab kalau daging sapi naik, masyarakat akan beralih ke ayam dan telur," katanya.

Terkait dengan itu, tambah Sri, Disdag juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Dinas Pertanian untuk menjaga stok daging beku sebagai alternatif masyarakat ketika terjadi lonjakan harga terhadap daging segar.

Baca juga: Harga kebutuhan pokok di Pasar Sindu Kota Mataram naik turun
Baca juga: Jelang Idul Adha, Kenaikan harga kebutuhan pokok di Mataram masih wajar

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.