Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan pertemuan besar sebagai komitmen untuk pengawasan sekaligus menyukseskan program unggulan pemerintah berupa makan bergizi gratis (MBG) di kota itu.
Asisten I Sekda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Senin, mengatakan pertemuan untuk menyukseskan program MBG dijadwalkan pada Rabu (29/4) di Aula Dinas Kesehatan Kota Mataram.
"Kami memilih menggelar pertemuan di Dinas Kesehatan karena memiliki tempat yang representatif sebab yang akan kami libatkan cukup banyak," katanya.
Dia mengatakan hal itu setelah menerima Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Mataram dan korwil kecamatan se-Kota Mataram di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut dilaporkan adanya perkembangan signifikan jumlah dapur MBG di Kota Mataram yakni dari 54 dapur kini telah berkembang menjadi 63 dapur yang siap beroperasi.
Dia menjelaskan pertemuan besar itu akan melibatkan Satgas MBG Kota Mataram, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kejaksaan, kepolisian, dan TNI.
Pertemuan tersebut untuk membedah teknis pelaksanaan secara menyeluruh dan melakukan mitigasi risiko agar program MBG di Kota Mataram berjalan aman dan lancar.
Oleh karena itu, dalam pertemuan nanti pihak kejaksaan digandeng guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan. Hal itu juga untuk menindaklanjuti perintah Kejaksaan Agung untuk melakukan pendampingan intensif terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh daerah.
Baca juga: Kemenko Pangan tekankan SLHS bagi SPPG
Dia menyebut dalam pembahasan nanti ada dua aspek penting menjadi atensi, yakni keamanan dan gizi.
Oleh karena itu, seluruh dapur MBG wajib mematuhi dua standar utama keamanan pangan dengan menjamin makanan bebas dari kontaminasi, tidak kedaluwarsa, dan mencegah risiko keracunan.
Selain itu, standar gizi dengan memastikan kandungan gizi terpenuhi sesuai kebutuhan anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
"Kami meminta tim koordinator wilayah dan kecamatan untuk melakukan pemantauan lebih intensif. Kami harus pastikan tidak ada kesalahan atau penyimpangan dalam pelaksanaannya," katanya.
Baca juga: BGN perkuat kerja sama dengan ASEAN
Selain itu, katanya, hal yang akan dibahas dalam pertemuan besar itu berupa inovasi pengelolaan limbah dari setiap dapur MBG.
Pemerintah Kota Mataram juga mengintegrasikan program itu dengan penanganan sampah sehingga setiap dapur MBG diwajibkan memiliki minimal dua tempat sampah organik atau "tempah dedoro".
"'Tempah dedoro' sebagai wadah mengolah sampah organik dari dapur MBG untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026