Lombok Timur (ANTARA) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan pilot project solusi Desa Pintar dalam pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
"Program ini difokuskan pada sektor pendidikan dan perikanan sebagai upaya mengoptimalkan layanan digital yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat," kata Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kementerian Komdigi Suharyoto di Lombok Timur, Rabu.
BAKTI merupakan unit noneselon di bawah Kementerian Komdigi yang bertugas memperluas akses layanan telekomunikasi dan informasi di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar), wilayah perbatasan, serta daerah yang secara ekonomi belum layak dan sangat membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.
Baca juga: PLN NTB memperbanyak desa 100 persen listrik pintar
Ia menjelaskan terdapat dua program utama BAKTI yang langsung menyentuh masyarakat, yakni pembangunan base transceiver station (BTS) di wilayah blank spot serta penyediaan layanan akses internet publik.
"Hingga saat ini, BAKTI telah membangun 6.748 lokasi BTS dan menyediakan 27.869 titik akses internet di seluruh Indonesia," katanya.
Untuk Lombok Timur, BAKTI telah membangun empat BTS dan menyediakan 125 akses internet. Jumlah akses internet lebih banyak karena wilayah Lombok Timur hampir sepenuhnya sudah tidak lagi memiliki wilayah blank spot.
Dari 125 titik akses internet tersebut, sebanyak 12 berada di kantor pemerintah, enam di lokasi wisata, satu di sentra usaha, dan mayoritas di sektor pendidikan, meliputi madrasah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebanyak 21 lokasi, serta fasilitas publik lainnya seperti pos keamanan dan puskesmas.
Baca juga: PLN bersama Desa Lungar-NTT kolaborasi kembangkan desa pintar melalui layanan internet
Lebih lanjut disampaikan, dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur digital, BAKTI tidak hanya menyediakan sarana fisik, tetapi juga mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM).
"Hal ini dilakukan melalui kegiatan literasi digital, sosialisasi, hingga pelaksanaan pilot project yang menyasar dua sektor utama, yakni pendidikan dan perikanan," katanya.
Untuk sektor pendidikan, pilot project dilaksanakan di PKBM Mumtaz Kecamatan Labuhan Haji dan PKBM Al-Hidayah Kecamatan Suela, sedangkan sektor perikanan berlokasi di Desa Obel-Obel.
Ketiga lokasi ini akan dipantau selama tiga bulan untuk selanjutnya dilakukan pengukuran, evaluasi, dan analisis sebagai dasar penentuan kebijakan agar dapat dijadikan role model pemanfaatan layanan BAKTI secara lebih optimal.
"Harapannya, layanan ini dapat dimanfaatkan untuk mengakses materi pembelajaran, modul, dan soal, karena akan disediakan berbagai modul sesuai standar Dinas Pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Lombok Timur Fauzan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komdigi dan BAKTI atas dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur.
"Membantu Lombok Timur sama artinya dengan membantu sekitar 30 persen wilayah NTB, mengingat Lombok Timur merupakan daerah terluas dan berpenduduk terbanyak di NTB," ungkapnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, ia berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Serta mendorong peningkatan kesejahteraan melalui pemanfaatan teknologi dan layanan digital yang berkelanjutan," katanya.