Mataram, 15/9 (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resort (Polres) Mataram mengamankan 17 warga yang teridentifikasi sebagai preman dan sering beraksi di Terminal Bus Mandalika, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa.
Kapolres Mataram, AKBP Triyono Pujono Basuki, menerjunkan satu peleton satuan Samapta untuk menyisir preman yang mangkal di setiap sudut dan warung di Terminal Bus Mandalika itu.
Dalam aksi penyisiran itu polisi berhasil mengamankan sejumlah warga yang teridentifikasi sebagai preman atau orang yang berprofesi calo tiket sekaligus tukang palak.
Dari keterangan beberapa orang itu, akhirnya polisi dapat mengidentifikasi belasan preman yang sering beraksi di terminal bus itu.
Preman yang lebih dulu ditangkap menunjuk rekannya sesama preman yang sedang mangkal di warung kopi kawasan terminal bus itu sehingga dengan mudah diamankan polisi.
Sebanyak 17 preman Terminal Bus Mandalika itu kemudian digelandang ke Mapolres Mataram menggunakan truk dalmas untuk dibina dan diinterogasi.
Menurut AKBP Triyono, jika ada diantara preman terminal itu yang teridentifikasi pernah melakukan perbuatan tindak pidana maka dapat langsung diproses sesuai ketentuan hukum.
"Jika hanya sebagai preman maka dibina dan diwajibkan menandatangani surat keterangan bersedia tidak mengulangi perbuatannya kemudian dipulangkan. Di kemudian hari kembali beraksi sebagai preman maka akan ditindak tegas," ujarnya.
Triyono mengatakan, razia premanisme itu merupakan bagian dari Operasi Ketupat Rinjani Tambora (Rintam) 2009 yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada berbagai komponen masyarakat di wilaya NTB, terisimewa di Mataram selaku ibukota Provinsi NTB.
Razia premanisme itu digelar di tempat-tempat yang dianggap rawan gangguan kamtibmas seperti di terminal dan tempat lainnya yang aktivitas masyarakatnya mengalami peningkatan.
"Kami tidak ingin aktivitas masyarakat banyak terganggu hanya karena ulah orang-orang tertentu yang tidak bertanggungjawab, dan mereka yang diamankan itu merupakan para calo tiket dan pemalak yang sering teridentifikasi sering beraksi di Terminal Mandalika," ujarnya.
(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026