Lombok Barat, NTB (ANTARA) - Jumlah kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat diproyeksikan naik 10 persen di tahun 2026, sehingga menempatkan Lombok menjadi destinasi nomor dua di Indonesia paling banyak disinggahi wisatawan kapal pesiar.

General Manager Pelabuhan Gili Mas, Kunto Wibisono mengakui Provinsi NTB, khususnya Lombok menjadi destinasi wisata yang paling diminati untuk disinggahi wisatawan dari kapal pesiar setelah Bali.

"Kalau paling banyak, kita nomor dua, nomor satu itu Bali, baru Lombok. Kalau Bali setahun itu bisa 75 kapal pesiar, kita masih sepertiga-nya," ujarnya di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Jumat.

Ia mengatakan di tahun 2026 jumlah kapal pesiar yang akan bersandar di Pelabuhan Gili Mas sebanyak 25 kapal. Jumlah ini, meningkat 10 persen dari tahun 2025.

Baca juga: Kapal pesiar mewah bawa 4.684 wisman singgah di Lombok

"Di tahun 2024, kita ada 22 kapal pesiar dengan jumlah penumpang 70.000 orang, tahun 2025 ada peningkatan jumlah kapal 24 dengan 85 ribu wisatawan. Sedangkan, untuk 2026 itu ada 25 kapal. Jadi, ada peningkatan 10 persen dari tahun 2025. Itu dari penumpang dan kapal," terang Kunto.

Kunto mengatakan, untuk awal tahun ini, kapal pesiar yang singgahi Lombok, yakni Ovation Of The Seas milik Royal Caribbean, salah satu kapal pesiar terbesar yang memiliki panjang 348 meter, membawa 4.684 orang wisatawan dan 1.200 orang kru.

"Kita pelabuhan ketiga yang disinggahi setelah dari Celukan Bawang, Benoa, baru Gili Mas. Setelah itu mereka lanjut ke Singapura," terang Kunto.

Kapal pesiar Ovation Of The Seas tiba di Pelabuhan Gili Mas pukul 07.00 Wita pagi hingga pukul 23.00 Wita malam. Kapal ini membawa wisatawan asal Eropa, Australia, India dan Asia. Untuk destinasi wisata yang banyak dikunjungi setelah sandar, di antaranya Sengigi, Tiga Gili, Museum di Kota Mataram, Sekotong, termasuk Mandalika.

"Ini baru pertama kali. Penumpang paling banyak dari Eropa. Paling lama 13 jam dan ini paling lama sandar-nya," katanya.

Baca juga: Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat jadi tujuan wisata kapal pesiar

Menurutnya, di bulan Januari terdapat 4 kapal pesiar yang sudah konfirmasi akan sandar. Jumlah ini dari 25 kapal yang dijadwalkan menyinggahi Pelabuhan Gili Mas.

"Secara kapasitas Pelabuhan Gili Mas sudah bisa menampung kapal pesiar berukuran besar. Cuman, yang belum ini tinggal aja seperti di Bali, bisa tinggal satu atau dua hari, artinya ekonomi bisa lebih besar. Tapi di 2025 kita dua kapal yang menginap, sementara di 2026 kita belum dapat konfirmasi ada kapal yang tinggal," ujar Kunto.

Untuk pengaturan tour travel yang membawa wisatawan ke sejumlah destinasi, kata Kunto, ada dua yakni paket dan non paket. Untuk tour travel paket, terdapat kendaraan yang sudah disediakan biro perjalanan wisata seperti bus, sedangkan non paket wisatawan mencari kendaraan sendiri untuk ke destinasi yang akan dituju.

"Untuk hari ini ada 250 kendaraan travel yang disiapkan. Itu laris semua sehingga berdampak pada perputaran ekonomi di Lombok," katanya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026