Mataram (ANTARA) - Terpilihnya Prof. Sukardi sebagai Rektor Universitas Mataram periode 2026–2030 menandai fase penting dalam perjalanan perguruan tinggi negeri terbesar di Nusa Tenggara Barat.
Kemenangan dengan perolehan suara dominan mencerminkan legitimasi kuat sekaligus harapan besar sivitas akademika terhadap arah kepemimpinan lima tahun ke depan.
Pemilihan rektor bukan sekadar prosedur demokrasi kampus, melainkan ruang evaluasi kolektif atas capaian dan tantangan institusi. Universitas Mataram berada pada persimpangan strategis.
Di satu sisi, capaian akademik menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan jumlah guru besar hingga akreditasi unggul. Di sisi lain, kompleksitas tantangan pendidikan tinggi semakin nyata, mulai dari keterbatasan fiskal, tuntutan globalisasi, disrupsi teknologi, hingga ekspektasi publik agar kampus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks itu, kepemimpinan Prof. Sukardi menjadi relevan untuk ditelaah. Rekam jejaknya terentang panjang dari hulu ke hilir tata kelola kampus.
Ia tumbuh dari lingkungan internal Universitas Mataram, menapaki jenjang akademik dan struktural hingga menduduki posisi strategis sebagai Wakil Rektor II. Pengalaman ini memberinya pemahaman menyeluruh tentang dinamika institusi, dari pengelolaan akademik hingga keuangan.
Sebagai pengelola keuangan universitas, Prof. Sukardi berada di titik krusial saat kampus menghadapi tekanan efisiensi anggaran dan tuntutan peningkatan layanan.
Stabilitas yang terjaga dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting, sekaligus alasan mengapa kesinambungan kepemimpinan mendapat dukungan luas.
Dominasi suara yang diraihnya dapat dibaca sebagai sinyal bahwa sivitas akademika menginginkan perubahan yang terukur, bukan lompatan tanpa pijakan.
Namun legitimasi besar juga membawa tanggung jawab yang tidak ringan. Periode 2026–2030 menuntut Unram melampaui sekadar bertahan. Perguruan tinggi negeri di luar Jawa dituntut berdaya saing nasional dan global, tanpa kehilangan fungsi pelayanan publik.
Tantangan pertama adalah memastikan kualitas akademik tidak berhenti pada angka dan peringkat, tetapi berdampak pada penyelesaian persoalan riil masyarakat, terutama di wilayah kepulauan, agraris, dan rawan bencana.
Tantangan berikutnya terletak pada tata kelola keuangan dan sumber daya manusia. Transparansi, akuntabilitas, dan keadilan harus menjadi fondasi kebijakan.
Kampus dituntut kreatif mencari sumber pendanaan alternatif tanpa terjebak pada komersialisasi yang menggerus akses pendidikan. Keseimbangan antara mutu layanan dan keterjangkauan biaya menjadi ujian utama kepemimpinan.
Transformasi digital juga tidak dapat ditunda. Perubahan lanskap pendidikan tinggi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan, menuntut kesiapan institusi secara teknis dan etis.
Universitas perlu menjadi ruang aman bagi inovasi, sekaligus penjaga nilai akademik agar teknologi tidak menggerus integritas keilmuan.
Di atas semua itu, relasi kampus dengan mahasiswa dan masyarakat harus dijaga. Universitas Mataram tidak boleh terjebak menjadi birokrasi pendidikan yang tertutup.
Dialog, partisipasi, dan ruang kritik adalah prasyarat agar kebijakan lahir dari kebutuhan nyata, bukan sekadar rutinitas administratif.
Terpilihnya Prof. Sukardi adalah awal dari amanah publik. Rektor bukan hanya pemimpin administratif, tetapi penjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan negara.
Lima tahun ke depan akan menjadi penentu apakah legitimasi besar ini mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang inklusif, progresif, dan berdampak.
Pemilihan telah selesai. Ukuran keberhasilan berikutnya bukan lagi suara, melainkan jejak kebijakan dan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Demosi dan ujian birokrasi NTB
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - MXGP Samota berujung dua tersangka, Tata kelola NTB diuji
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Mukena Lombok Barat dalam jerat tata kelola anggaran
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - NTB menguji mesin birokrasi
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Karapan Kerbau di persimpangan zaman
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Isyarat alam di NTB 2026
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Pupuk bersubsidi di NTB pada titik uji
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB -Kapal pesiar di NTB dan ujian nilai tambah
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ujian kemandirian PAD NTB
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Narkoba di NTB yang tak kunjung padam
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Menata arah NTB menuju 2026
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Cuaca tak berpola menguji NTB