Tajuk ANTARA NTB - Karapan Kerbau di persimpangan zaman

id Tajuk ANTARA NTB,karapan kerbau,persimpangan zaman,kerbau,sumbawa barat Oleh Abdul Hakim

Tajuk ANTARA NTB - Karapan Kerbau di persimpangan zaman

BERAPAN KEBO Seorang laki-laki berusaha mengendalikan kerbau tunggangnganya saat digelar tradisi "Berapan Kebo" ( karapan kerbau ) di Dusun Kuang Belo, Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Minggu (12/2). Lomba Berapan Kebo yang diselenggarakan oleh Pemda Kabupaten Sumbawa Barat bekerjasama dengan PT Newmont Nusa Tenggara itu diadakan selain untuk melestarikan budaya dan tradisi Berapan Kebo juga untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah tersebut.FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi/Koz/pd/12.

Mataram (ANTARA) - Karapan kerbau menandai awal 2026 di Sumbawa Barat sebagai penegasan bahwa tradisi lokal masih memiliki ruang hidup di tengah perubahan zaman.

Arena berlumpur di Bentiu bukan sekadar tempat adu kecepatan sepasang kerbau, melainkan ruang sosial tempat nilai agraris, kebudayaan, dan ekonomi rakyat bertemu.

Tradisi yang lahir dari kebutuhan membajak sawah ini telah bertransformasi menjadi wacana penting tentang bagaimana kebudayaan lokal dipertahankan tanpa kehilangan relevansinya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah menempatkan karapan kerbau sebagai bagian dari kalender kegiatan resmi.

Penyelenggaraan berkelanjutan pada awal 2026 memperlihatkan bahwa tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga memiliki daya ungkit ekonomi.

Aktivitas UMKM, pedagang kecil, hingga jasa transportasi lokal bergerak seiring keramaian arena. Fakta ini menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan modal sosial dan ekonomi yang nyata.

Namun, kemeriahan tersebut menyimpan pertanyaan mendasar. Apakah karapan kerbau diposisikan sebagai agenda strategis atau hanya peristiwa seremonial musiman.

Tantangan 2026 semakin kompleks ketika daerah berlomba memperkuat ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif. Tanpa perencanaan yang matang, karapan kerbau berisiko berhenti sebagai tontonan tahunan tanpa dampak jangka panjang.

Sebagai warisan agraris, barapan kebo berakar pada kehidupan petani Sumbawa. Ia lahir dari proses membajak tanah liat yang berat, lalu berkembang menjadi ritual kolektif yang mengajarkan kerja sama, sportivitas, dan penghormatan terhadap alam.

Kerbau tidak dipandang sekadar ternak, tetapi bagian dari siklus hidup pertanian. Modal sosial inilah yang membuat karapan kerbau tetap relevan, karena terhubung langsung dengan identitas masyarakat.

Tekanan tetap ada. Perubahan pola beternak, dominasi ternak sapi yang dianggap lebih praktis, serta menurunnya minat generasi muda dapat menggerus populasi kerbau dan pengetahuan lokal. Jika tidak diantisipasi, fondasi utama karapan kerbau akan melemah.

Di titik ini, ekonomi budaya menjadi isu kunci. Karapan kerbau memiliki potensi sebagai atraksi wisata berbasis kearifan lokal yang otentik, tetapi orientasi ekonomi yang berlebihan juga berisiko menggerus nilai dasar tradisi.

Pelestarian karapan kerbau pada 2026 tidak cukup dengan menjaga jadwal perlombaan. Yang lebih penting adalah memastikan rantai penopangnya tetap kuat.

Kebijakan peternakan perlu berpihak pada ternak lokal, sementara pewarisan pengetahuan harus melibatkan generasi muda secara langsung.

Integrasi dengan pendidikan budaya dan pariwisata berbasis komunitas menjadi langkah strategis agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku utama.

Karapan kerbau pada akhirnya adalah cermin. Ia memantulkan cara sebuah daerah memandang warisan leluhurnya di tengah tuntutan pembangunan.

Tahun 2026 memberi kesempatan bagi Sumbawa Barat untuk menegaskan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi bukan dua hal yang saling meniadakan.

Di lintasan berlumpur itu, kerbau berlari membawa pesan bahwa masa depan dapat dibangun dengan berpijak pada jejak peradaban sendiri.

Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Isyarat alam di NTB 2026
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Pupuk bersubsidi di NTB pada titik uji
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB -Kapal pesiar di NTB dan ujian nilai tambah
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ujian kemandirian PAD NTB
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Narkoba di NTB yang tak kunjung padam
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Menata arah NTB menuju 2026
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Cuaca tak berpola menguji NTB
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Rinjani dan Tambora butuh jeda
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Menakar siaga bencana NTB di musim libur
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Langit NTB tak lagi longgar
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Libur panjang, Pelayanan publik NTB dipertaruhkan
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Jejak liburan dan janji wisata NTB



COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.