Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebutkan pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan dilakukan secara bertahap dan situasional.
"Situasional saja, rencana pembongkaran malam hari dan di jalur lambat," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin saat dikonfirmasi, Selasa.
Komarudin menjelaskan pembongkaran dilakukan sesuai rencana dan bertahap. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan personel untuk pengamanan.
Namun ia tidak merinci jumlah personel yang diturunkan untuk melakukan pengamanan pembongkaran tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan mulai membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1).
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel bisa urai kemacetan
“Pagi hari lah (acaranya). Tapi nggak seperti keluhan selama ini, terlalu pagi, nggak,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Pusat, Selasa.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Pramono mengatakan, anggaran untuk pembongkaran tiang hanya sebesar Rp254 juta saja.
Baca juga: Anggaran Rp100 miliar untuk pembongkaran monorel dan penataan
Sementara sisanya, akan dikeluarkan untuk menata Jalan Rasuna Said seperti untuk mengatur pedestrian, jalan, taman dan lain sebagainya dengan lama penataan sekitar satu tahun.
“Sehingga dengan demikian, itu untuk kebutuhan pengaturan, penataan Jalan Rasuna Said sampai dengan satu tahun penuh. Jelas ya?” ujar Pramono.