DPR mendorong RUU Kawasan Industri berbasis "link and match"

id RUU KAWASAN INDUSTRI,KOMISI VII DPR RI,LINK AND MATCH,HENDRY MUNIEF,DAYA SAING INDUSTRI

DPR mendorong RUU Kawasan Industri berbasis "link and match"

Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief. ANTARA/HO-DPR RI

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mengatakan masa sidang kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri nasional melalui penyiapan regulasi kawasan industri yang terintegrasi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) siap kerja.

"Di masa sidang ini, kami ingin memperjuangkan sektor industri. Saat ini kami menyiapkan Panja Kawasan Industri untuk RUU Kawasan Industri dan juga Panja Daya Saing Industri," ujar Hendry dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, tantangan utama industri nasional bukan semata persoalan regulasi, melainkan lemahnya link and match antara kebutuhan industri dan kualitas tenaga kerja.

"Kami menemukan bahwa yang paling penting adalah link and match. Kawasan industri tidak cukup hanya diatur regulasinya, tetapi juga harus menyiapkan orang-orang yang siap meningkatkan daya saing industri," kata Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata ini.

Baca juga: DPR dan pemerintah beri penyesuaian dua tahun, RUU PDP disahkan

Oleh karena itu, Hendry menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi, mulai dari sekolah menengah kejuruan (SMK) hingga politeknik agar benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia industri.

"Pendidikan vokasi, baik SMK maupun politeknik harus betul-betul link and match dengan perusahaan industri," ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dari Provinsi Riau, ia pun mengharapkan lulusan SMK dan politeknik di daerahnya dapat terserap optimal oleh kawasan industri yang berkembang.

Baca juga: SBMI mendesak penguatan perlindungan PMI di tengah lonjakan penempatan

"Kami berharap SMK di Provinsi Riau betul-betul bisa diserap oleh perusahaan industri yang ada. Begitu juga politeknik, lulusannya harus benar-benar siap bekerja di industri," tutur Hendry.

Ia menegaskan akan terus mendorong kebijakan industri yang tidak hanya membangun kawasan, tetapi juga membangun manusia sebagai penggerak utama daya saing nasional.


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.