Prabowo singgung digitalisasi pendidikan, ada 6 IFP tiap sekolah

id Prabowo, Prabowo di WEF, digitalisasi pendidikan, interactive flat panel, world Economic Forum ,WEF Davos

Prabowo singgung digitalisasi pendidikan, ada 6 IFP tiap sekolah

Presiden Prabowo Subianto berpidato secara khusus di acara Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall WEF, Kota Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung upaya digitalisasi pendidikan di Indonesia dalam pidatonya di World Economic Forum, dengan menargetkan setiap sekolah akan memiliki sedikitnya enam ruang kelas yang dilengkapi panel datar interaktif (interactive flat panel/IFP) dalam tiga tahun ke depan.

"Kami berharap dalam tiga tahun, seluruh sekolah di Indonesia akan memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital," ucap Presiden dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat.

Prabowo menyampaikan pada tahun lalu pemerintah telah merenovasi 16.140 sekolah serta melengkapi 288.000 sekolah dengan masing-masing satu unit IFP berukuran 75 inci sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan.

Langkah tersebut menjadi fondasi awal pemerataan teknologi pembelajaran di seluruh wilayah.

Prabowo mengatakan pemerintah berencana menambah sekitar satu juta panel pintar interaktif pada 2026. Penambahan tersebut ditujukan agar setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas yang dilengkapi IFP, sebelum ditingkatkan menjadi minimal enam ruang kelas dalam kurun waktu tiga tahun.

Presiden menjelaskan dengan program tersebut, pemerintah dapat memantau kualitas pengajaran guru serta respons peserta didik di berbagai daerah secara langsung.

"Artinya, saya misalnya, di Jakarta, dapat masuk ke sekolah mana pun di Indonesia dan saya dapat melihat kualitas pengajaran para guru. Saya dapat melihat reaksi anak-anak dan dalam minggu-minggu pertama, kami melihat antusiasme anak-anak, antusiasme para guru, dan warga desa," kata Presiden.

Baca juga: Bangun sekolah berasrama, Presiden Prabowo target putus kemiskinan struktural

Prabowo juga menilai digitalisasi pendidikan merupakan langkah penting dalam memberdayakan generasi masa depan. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor penentu pertumbuhan dan imbal hasil jangka panjang, termasuk bagi kepercayaan investor global.

"Mengapa ini penting bagi para investor global yang berkumpul di World Economic Forum? Karena saya yakin bahwa modal manusia menentukan pertumbuhan jangka panjang, imbal hasil jangka panjang," kata Prabowo.

Baca juga: Presiden Prabowo: Indonesia tegas pilih damai dari pada kekacauan

Presiden menegaskan pendidikan memegang peranan kunci bagi kemajuan dan keberhasilan suatu bangsa. Tanpa pendidikan yang memadai dan kemampuan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi modern, suatu negara dinilai sulit mencapai stabilitas dan kemakmuran.

"Pembangunan manusia, sumber daya manusia adalah kunci bagi bangsa yang maju dan berhasil. Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal. Tidak ada negara yang dapat berharap untuk stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf, jika rakyatnya tidak mampu mengikuti ilmu pengetahuan dan teknologi modern," ucapnya.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.