Bima (ANTARA) - Sosok dewan pembina STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima, Hj. Suharni, kembali menjadi sorotan setelah mendaftar sebagai peserta seleksi Program Magister (S2) Pedagogi di kampus tersebut, meski telah berusia 73 tahun.

Hj. Suharni menjadi pendaftar pertama pada pembukaan seleksi Program Studi S2 Pedagogi STKIP Taman Siswa Bima yang resmi dibuka pada 30 Januari 2026. Kehadirannya di ruang seleksi menandai komitmen terhadap pendidikan sepanjang hayat, sekaligus menepati janji yang pernah ia sampaikan kepada sivitas akademika.

Selama ini, Hj. Suharni dikenal memiliki ikatan historis yang kuat dengan STKIP Taman Siswa Bima. Ia merupakan istri almarhum H. Sudirman, pendiri Yayasan Lembaga Pendidikan Taman Siswa Bima yang menaungi kampus tersebut, sekaligus bagian dari angkatan wisudawan pertama.

Dalam berbagai kesempatan, terutama saat menghadiri wisuda dan kegiatan akademik, Hj. Suharni kerap mengingatkan mahasiswa dan dosen agar tidak berhenti menuntut ilmu. Ia bahkan pernah menyatakan akan menjadi mahasiswa pertama jika kampus membuka program pascasarjana.

Baca juga: STKIP Tamsis Bima-UMMAT hadirkan program Internasional GCIIP 2026 di Bima

Proses pembukaan Program S2 Pedagogi STKIP Taman Siswa Bima sendiri melalui tahapan panjang, mulai dari persiapan akademik hingga pemenuhan administrasi kelembagaan. Ketika program tersebut akhirnya dibuka, Hj. Suharni menepati komitmennya dengan mendaftar lebih dahulu.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, menilai langkah Hj. Suharni sebagai teladan penting bagi dunia pendidikan.

“Beliau menunjukkan bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Semangat menuntut ilmu harus dijaga sepanjang hayat, dan ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Ibnu Khaldun.

Ia menambahkan, kehadiran Hj. Suharni disambut hangat oleh dosen, mahasiswa, serta panitia seleksi, sekaligus menjadi bagian dari catatan sejarah institusi.

BBaca juga: STKIP Taman Siswa Bima raih penghargaan penelitian terbanyak di LLDIKTI Award 2025

Menurut Ibnu Khaldun, bagi Hj. Suharni, gelar akademik bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Di tengah aktivitasnya sebagai dewan pembina, beliau tetap aktif mengikuti kegiatan akademik dan keagamaan, termasuk secara konsisten mengisi waktu dengan pembelajaran dan aktivitas religius,” katanya.

Langkah Hj. Suharni menjadi pendaftar pertama Program S2 Pedagogi dinilai membawa pesan kuat bahwa kesempatan belajar terbuka bagi semua kalangan tanpa batasan usia.

Pembukaan Program Magister Pedagogi STKIP Taman Siswa Bima diharapkan dapat memperluas akses pendidikan lanjutan bagi tenaga pendidik dan masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya di wilayah Bima dan sekitarnya.

Baca juga: STKIP Taman Siswa Bima resmi buka program magister
Baca juga: Ketua STKIP Tamsis Bima bedah kampus pinggiran menuju kelas nasional



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026