Jakarta (ANTARA) - Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi mengalahkan Jakarta Garuda Jaya 3-0 (25-17, 25-19, 25-16) pada lanjutan putaran kedua Proliga 2026 di GOR Utama Bojonegoro, Sabtu, meski tampil dengan pemain pelapis.
“Kami sudah mempersiapkan tim ini sejak lama. Dan kemenangan hari ini cukup wajar,” kata pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran seusai pertandingan.
Bhayangkara Presisi melakukan rotasi besar-besaran dengan menurunkan pemain lapis dua. Sebaliknya, Jakarta Garuda Jaya turun dengan kekuatan penuh dalam laga penutup hari ketiga seri ketiga putaran kedua Proliga 2026.
Bhayangkara yang mengandalkan Alvin Daniel, Rizal, Arjuna, Kevin, Zakhid, dan Abhinaya langsung tampil agresif sejak set pertama. Mereka mendominasi perolehan angka hingga unggul 18-14 sebelum mengunci set pembuka dengan skor 25-17.
Memasuki set kedua, Garuda Jaya sempat memberikan perlawanan. Tim asuhan Nur Widayanto itu bahkan unggul tipis 8-7 pada awal set. Namun tekanan konstan dari Alvin Daniel dan solidnya pertahanan Bhayangkara membuat keadaan berbalik menjadi 13-10.
Baca juga: Tim putri Popsivo Polwan menangi laga sengit lawan Electric PLN
Garuda Jaya melalui Agustino dan Fauzan Nibras mencoba memperkecil ketertinggalan hingga 14-16. Akan tetapi, ketangguhan Bhayangkara dalam mengantisipasi bola-bola sulit membuat mereka tetap memimpin 23-18 sebelum menutup set kedua dengan skor 25-19.
Baca juga: Proliga 2026: PLN lawan Medan Falcons buka seri Bojonegoro
Pada set ketiga, Bhayangkara tetap mempertahankan komposisi pemain pelapis. Duel berlangsung ketat dari skor 10-10 hingga 12-12, bahkan Garuda Jaya sempat memimpin 10-8. Namun Bhayangkara kembali menemukan ritme permainan dan melesat 18-14 sebelum memastikan kemenangan 25-16.
Pelatih Garuda Jaya Nur Widayanto mengakui timnya belum stabil dalam laga ini, yang menjadi sebab kekalahan. “Pemain kami terdiri dari pemain-pemain muda, dan selalu tidak stabil,” ujarnya.
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026