Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengatakan generasi muda harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa sekaligus motor perubahan sosial yang aktif dan kreatif.
Dia menegaskan perbedaan latar belakang organisasi tidak boleh menjadi penghalang persatuan generasi muda.
"Kita boleh berbeda organisasi, berbeda warna, bahkan berbeda cara pandang, tetapi tujuan kita tetap satu, yaitu Indonesia yang lebih maju, aman, adil, demokratis, dan sejahtera,” kata Ibas dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut dia, bonus demografi Indonesia menjadi peluang besar yang hanya dapat berhasil apabila generasi muda mampu mempersiapkan diri dengan karakter kuat, literasi yang baik, serta semangat kolaborasi lintas organisasi.
"Muda adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Jangan sampai bonus demografi justru menjadi masalah jika generasi mudanya tidak siap dan kehilangan arah," kata dia.
Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak di tengah era digital yang berkembang sangat cepat. Teknologi, kata dia, harus menjadi sarana peningkatan kapasitas diri, bukan ruang penyebaran informasi negatif maupun konflik sosial.
Baca juga: Ketua MPR menilai mengusulan ambang batas parlemen 7 persen terlalu tinggi
Dia menilai negara bisa runtuh bukan karena musuh besar, tetapi karena anak mudanya kehilangan arah. Ibas menegaskan karakter adalah benteng bagi keberlangsungan bangsa.
"Gunakan teknologi untuk belajar, mencari data yang benar, dan membangun gagasan positif. Kepintaran teknologi harus tetap diimbangi moral dan etika," katanya.
Baca juga: Pimpinan MPR menegaskan pentingnya RUU Pengelolaan Perubahan Iklim
Di sisi lain, dia juga menegaskan pentingnya implementasi nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Menurut dia, Pancasila bukan hanya slogan, tetapi tindakan yang harus dilakukan.
Untuk itu, dia mengajak seluruh pemuda untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman sekaligus merawat persatuan.
"Agama memberi cahaya, kebangsaan memberi arah. Bersatu dalam visi, aktif dalam aksi, kreatif dalam solusi. Kita bukan generasi rebahan, kita generasi perubahan," kata dia.
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026