Baku (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov mengatakan Iran telah berjanji akan menyelidiki secara serius insiden yang melibatkan serangan pesawat nirawak (UAV/drone) di Republik Otonom Nakhchivan.

"Iran berjanji akan menyelidiki secara menyeluruh serangan UAV kemarin di Nakhchivan," kata Bayramov dalam konferensi pers gabungan di Baku dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Moldova Mihai Popsoi, Jumat.

"Langkah-langkah diplomatik telah diambil sebagai tanggapan atas insiden ini, dan nota protes telah dikirim [ke Teheran] disertai panggilan telepon kepada rekan [Iran] saya."

"Investigasi pihak Iran itu merupakan bagian dari keseluruhan proses. Keamanan Azerbaijan berada di bawah kendali ketat kepala negara," katanya menambahkan.

Baca juga: AS tak punya perlindungan memadai hadapi drone Shahed Iran

Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Azerbaijan mengatakan serangan drone telah dilakukan dari wilayah Iran ke Republik Otonom Nakhchivan, dan melukai empat orang.

Menyusul serangan tersebut, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan dalam pertemuan dewan keamanan bahwa angkatan bersenjata, dinas perbatasan negara itu, dan unit pasukan khusus telah dikerahkan dalam keadaan siaga tinggi.

Baca juga: Staf Kedubes Rusia di Iran dievakuasi ke Azerbaijan

Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di dalam Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.

Iran lantas menanggapi agresi militer itu dengan melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Sumber: Sputnik-OANA


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026