Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menekankan pentingnya penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat sebagai fondasi menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut dia, rasa saling peduli dan memperhatikan antarsesama merupakan unsur penting dalam menjaga kohesi sosial, terutama di tengah dinamika sosial dan perubahan gaya hidup masyarakat.

"Perasaan saling memperhatikan dan diperhatikan itu penting. Hal ini menjadi fondasi sosial yang kuat untuk menjaga keberadaan bangsa dan negara Republik Indonesia," kata Neng Eem dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia menilai bulan suci Ramadan menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk mengendalikan berbagai keinginan konsumtif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

"Bulan Ramadan memberi jeda bagi kita untuk memikirkan kembali berbagai keinginan tersebut. Salah satu cara agar kita bisa bijaksana dalam menyikapinya adalah dengan berbagi kepada sesama," ujarnya.

Baca juga: Eskalasi di Teluk, Presiden Prabowo minta dukungan ulama

Selain penguatan solidaritas sosial, Neng Eem juga mengingatkan pentingnya peran aktivis dan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan ajaran Islam.

Sebagai mantan Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ia mengajak para aktivis untuk tetap kritis dalam menyikapi berbagai perkembangan zaman.

"Para aktivis harus tetap kritis dalam segala situasi agar tidak mudah terlena dan tidak latah terhadap hal-hal baru," katanya.

Baca juga: MPR presses for stronger protection for persons with disabilities

Ia menyampaikan sikap kritis tersebut diperlukan agar generasi muda mampu menjaga komitmen terhadap nilai kebangsaan sekaligus merespons perubahan sosial secara bijaksana.

Pernyataan tersebut disampaikan Neng Eem dalam kegiatan iftar dan silaturahmi bertajuk "Munajat Cinta: Khotmil Qur'an, Santunan Yatim, dan Istighosah" yang digelar di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/3), bersama anak-anak yatim serta pengurus dan anggota Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII).

Ia mengharapkan kegiatan keagamaan yang disertai aksi sosial dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026