Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan Program Desa Berdaya yang kini tengah dijalankan pemerintah provinsi menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah setempat.

"Konsep desa berdaya tidak hanya bergelut di pembangunan fisik, tetapi juga tentang penguatan sumber daya manusia. Kelompok Tani, nelayan, pelaku UMKM, hingga komunitas perempuan dan pemuda dilibatkan aktif dalam perencanaan dan pengelolaan potensi lokal," ujarnya melalui keterangan yang diterima di Mataram, Sabtu.

Ia mengungkapkan, salah satu tujuan hadirnya Program Desa Berdaya yakni menjadi solusi dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa hingga dusun termasuk kemiskinan ekstrem.

"Semua harus bottom up, berbasis identifikasi masyarakat desa itu sendiri. Desa berdaya hadir, sebagai sebuah program solutif yang miliki dua karakter, yakni orkestratif dan kolaboratif," kata Iqbal saat mengunjungi Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Iqbal menilai potensi Sumbawa Barat sangat melimpah untuk menjadi motor penggerak ekonomi. Untuk itu, ia berharap sebagai roda penggerak desa beserta sumber daya-nya harus memaksimalkan potensinya secara kolektif dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat sehingga fondasi ekonomi berbasis lokal semakin kuat.

Baca juga: Gubernur NTB dorong CSR perbankan untuk koperasi merah putih

"Jadi, arahnya nanti melalui Desa Berdaya kita intervensi persoalan tingkat desanya dan juga intervensi persoalan di tingkat kepala keluarga (KK) sehingga harapannya setiap KK dalam setahun ke depan sudah punya mandiri sudah punya penghasilan (income)," ucapnya.

Gubernur Iqbal juga mengungkapkan, insentif seperti bantuan modal usaha juga tetap diberikan kepada warga yang memiliki usaha kecil sebagai dukungan keberlanjutan kegiatan ekonomi keluarga.

Baca juga: Tiket bus melonjak jelang mudik, Pemprov NTB: Bukan kebijakan gubernur

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat usaha yang dijalankan, meningkatkan pendapatan, serta mendorong kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.

Meski demikian, ia menambahkan penyaluran bantuan harus lebih tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan konsumtif bagi warga yang tidak berdaya maupun bantuan produktif bagi masyarakat yang masih memiliki potensi usaha.

"Target kita bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan masyarakat dapat berdaya dan hidup lebih sejahtera," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026