Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan dukungan petugas badan narkotika nasional (BNN) mengecek urine sopir dan kernet sejumlah perusahaan otobus di kawasan Terminal Induk Tipe A Mandalika.

Kepala Satresnarkoba Polresta Mataram AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra di Mataram, Senin, menerangkan bahwa pengecekan ini bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kelancaran mudik lebaran tahun ini.

"Selain memastikan agar penumpang bus aman, selamat sampai tujuan, pemeriksaan urine ini juga menjadi upaya kami mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan awak bus," katanya.

Baca juga: Gubernur NTB soroti selisih harga tiket bus di Terminal Mandalika

Dari giat tersebut, pihak Polresta Mataram bersama BNN Kota Mataram melakukan pemeriksaan urine terhadap 19 orang yang terdiri dari sopir dan kernet bus.

"Dari 19 orang yang diperiksa, ada satu awak bus yang terdeteksi urinenya positif mengandung zat amphetamine dan methamphetamine," ujar dia.

Awak bus dengan posisi sebagai kernet salah satu perusahaan otobus tersebut berinisial AG. Dia menjalani tes urine sebelum mengantarkan penumpang dengan tujuan Kota Bima.

"Terhadap awak bus yang urinenya positif, sudah dibawa BNN Kota Mataram untuk dilakukan rehabilitasi medis," katanya.

Baca juga: Jumlah pemudik di Terminal Mandalika diprediksi naik lima persen
Baca juga: Terminal Mandalika masih terkunci, DPR RI desak segera dibuka untuk mudik Lebaran

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026